Penggerebekan Besar-besaran, 324 WN China Ditangkap Imigrasi Filipina karena Bisnis Judi Online

Pihak Imigrasi Filipina mengatakan, sejumlah besar WN China ini memasuki negara itu sebagai turis dan kemudian bekerja untuk operasi perjudian online

Penggerebekan Besar-besaran, 324 WN China Ditangkap Imigrasi Filipina karena Bisnis Judi Online
South China Morning Post
Judi online Pogos asal Filipina yang disorot China karena banyak menyedot duit dari Tiongkok ke Filipina 

TRIBUNBATAM.ID, MANILA - Biro Imigrasi Filipina didukung oleh kepolisian menangkap 324 orang China dalam sebuah penggerebekan terhadap delapan hotel dan perusahaan lain di provinsi bagian barat, Senin (16/9/2019).

Komisaris Imigrasi Filipina Jaime Morente mengatakan warga negara China itu ditangkap karena melakukan perjudian online dan kejahatan lainnya di kota Puerto Princesa di provinsi Palawan.

"Mereka tertangkap basah melakukan kegiatan ilegal," katanya dalam pernyataan pers seperti dilansir TribunBatam.id dari Philippine Inquirer, Selasa (17/9/2019).

Morente mengatakan bahwa mereka akan dideportasi karena melanggar kondisi tinggal mereka di Filipina dan bekerja tanpa izin.

Amerika Tuduh Iran di Balik Serangan Kilang Minyak Aramco Milik Arab Saudi. Taheran Siap Perang

Menantu Jokowi Mantap Maju Pilwako Medan, Mantan Istri Ahok Veronica Tan Juga Mulai Diusung

Ditanyakan Akan Maju Walikota Atau Gubernur, Rudi : Dimana Saja Diperintahkan Partai, Saya Siap

Serangan besar-besaran imigrasi Filipina merupakan permintaan pemerintah China yang menyebutkan adanya kelompok judi asal negara itu beroperasi di Filipina.

Akibatnya, banyak uang dari rakyat China yang tersedot oleh praktik judi ilegal yang disebut pogos tersebut.

Warga negara China yang ditangkap Imigrasi Filipina karena perjudian online ilegal (AP).

Pihak Imigrasi Filipina mengatakan, sejumlah besar WN China ini memasuki negara itu sebagai turis dan kemudian bekerja untuk operasi perjudian online yang ilegal di China.

"Laporan awal menunjukkan bahwa sebagian besar orang asing ini tinggal terlalu lama dan tidak berdokumen," kata Morente.

Tim penggerebekan menyita ratusan laptop dan ponsel dan banyak dari mereka gagal menunjukkan paspor atau dokumen perjalanan lainnya, kata pejabat imigrasi.

China Desak Filipina Usut Judi Online Pogos, Sedot Duit dan Perbudak Wanita. Beranikah Duterte?

Pejabat intelijen imigrasi, Fortunato Manahan Jnr mengatakan, penggerebekan itu merupakan bagian dari pengaduan dari pejabat setempat atas kehadiran banyak pekerja ilegal Tiongkok di Puerto Princesa.

Halaman
12
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved