BATAM TERKINI

WARNING! Kualitas Udara di Wilayah Kepri Termasuk Batam Dinyatakan Tidak Sehat

Kualitas udara di Kepri termasuk Batam dinyatakan tidak sehat akibat kabut asap yang semakin mencemari udara. ISPU Kepri di angka 170 hingga 226.

WARNING! Kualitas Udara di Wilayah Kepri Termasuk Batam Dinyatakan Tidak Sehat
TRIBUNBATAM.ID/LEO HALAWA
Kondisi asap di Batam makin mencemaskan karena jarak pandang semakin berkurang dengan kualitas udara yang makin memburuk. Dinas Kesehatan menyarankan pihak sekolah untuk mempercepat jadwal kepulangan siswa sekolah, Rabu (18/9/2019). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Provinsi Kepri pun ikut terkena dampaknya.

Hal ini tak terlepas akibat asap kiriman dari beberapa daerah seperti di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, maupun beberapa daerah di Kalimantan.

Tercatat, kualitas udara di Kepri sendiri berada di angka 170 hingga 226 sesuai indeks standar pencemar udara.

"Dari angka itu, kualitas udara di Kepri dinyatakan tidak sehat," kata Plt Gubernur Kepri, Isdianto, saat memimpin konferensi pers di Gedung Graha Kepri, Kota Batam, Rabu (18/9/2019) siang.

Bahkan, sebelum membuka konferensi pers sendiri, Isdianto mengeluhkan kondisi udara di Batam yang dipenuhi asap.

Asap Mulai Mencemaskan, Dinas Kesehatan Batam Sarankan Sekolah Percepat Waktu Pulang

Jarak Pandang Cuma 400 Meter, Ustadz Abdul Somad Terancam Batal Ceramah di Jemaja

"Sudah sangat meresahkan ini," katanya lagi sambil terbatuk-batuk dan meminta air minuman kepada staff Pemerintah Provinsi Kepri.

Ia mengatakan, beberapa hari lalu dirinya bersama Presiden Jokowi juga telah melakukan rapat koordinasi terkait bencana karhutla yang terjadi hampir setiap tahunnya di beberapa daerah.

"Asap tidak sepenuhnya dari Kepri. Ini bisa jadi kiriman dari titik karhutla sekita Sumatera dan Kalimantan," sambungnya.

Ia juga mengungkapkan, Presiden Jokowi sendiri juga telah menyatakan secara tegas agar para pelaku pembakaran hutan dan lahan dapat ditindaklanjuti secara tegas.

"Tidak ada tolerir bagi mereka pembakar lahan. Ada sanksi tegas untuk mereka," lanjut Isdianto.

Hingga berita ditulis, konferensi pers sendiri masih berlangsung. (tribunbatam.id/dipanusantara)

Penulis: Dipa Nusantara
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved