DP Rumah dan Kendaraan Turun, Kapan Bunga Kredit Bank Turun?

Bank Indonesia (BI) melonggarkan aturan makroprudensial melalui Loan To Value (LTV)

DP Rumah dan Kendaraan Turun, Kapan Bunga Kredit Bank Turun?
kontan
ILUSTRASI. Dewan Gubernur Bank Indonesia 

TRIBUNBATAM.id - Bank Indonesia (BI) melonggarkan aturan makroprudensial melalui Loan To Value (LTV) yang membuat uang muka (Down payment atau DP) kredit properti dan kredit kendaraan bermotor lebih murah.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan uang muka KPR turun 5 persen, sementara untuk kendaraan bermotor turun 5-10 persen per 2 Desember 2019.

Hal tersebut tentu jadi kabar gembira bagi masyarakat yang ingin membeli rumah atau mobil dan motor.

 

Pasalnya, suku bunga KRP di Indonesia masih cukup tinggi.

Mengutip dari data Suku Bunga Dasar Kredit dari OJK, Jumat (20/9/2019), bunga PT BRI (Persero) Tbk berada di posisi 9,98 persen, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 10,25 persen, PT BNI (Persero) Tbk 10,50 persen, hingga PT BTN (Persero) Tbk terpatok di 10,50 persen.

TIPS INSTAGRAM - Cara Praktis Unggah Story Instagram dan Facebook

Lagi Nyari Mobil? Mitsubishi Outlander Sport Beri Diskon Hingga Rp 50 Juta Nih

 

Survei BI pada Agustus 2019 bahkan pernah menyebut salah satu faktor penjualan properti turun adalah tingginya bunga KPR.

Menanggapi kondisi ini, Direktur Eksekutif Kebijakan Makroprudensial Juda Agung menjelaskan saat ini bank sentral telah memangkas suku bunga acuan selama tiga bulan berturut-turut menjadi 5,25 persen.

Dia berharap penurunan suku bunga acuan BI ini bisa diikuti suku bunga kredit perbankan.

"Mudah-mudahan dengan turunnya BI 7 days reverse repo rate turun sudah tiga kali, kami harap agar bunga kredit di semua sektor akan mengikuti," kata Juda di Gedung BI, Jumat (20/9/2019).

Meski begitu, dia mengakui perbankan perlu waktu untuk mengimplementasikan transmisi suku bunga.

"(Bukan) besok diturunkan (BI 7-Days RRR, turun, (suku bunga kredit) bank langsung turun. Biasanya perlahan, baru mereka menyesuaikan," jelas Juda.

"Secara agregat sudah terjadi penurunan deposito dan kredit. Full adjustment butuh waktu, mengikuti delta suku bunga kebijakan, butuh waktu. Selama ini akan ikut, pasti akan ketransmisi dengan baik, memang waktunya tidak bisa segera," imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo juga berharap agar perbankan segera menurunkan suku bunga kreditnya, merespon penurunan bunga acuan BI menjadi 5,25 persen. Penurunan bunga bank itu, menurutnya, untuk mendorong permintaan kredit.

"Suku bunga turun tidak hanya nambah kapasitas bank dalam menyalurkan kredit tapi juga meningkatkan permintaan kredit dan pembiayaan sehingga demand supply-nya jalan. Diturunkannya (suku bunga) memang kita harapkan bank-bank juga akan menurunkan suku bunga kredit dan depositonya," ujar dia di Gedung BI, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Editor: Rio Batubara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved