Minggu, 26 April 2026

ANAMBAS TERKINI

Ustadz Abdul Somad Batal Ceramah Akibat Kabut Asap, Warga Anambas Kecewa

Warga Anambas kecewa karena Ustadz Abdul Somad batal ceramah di 3 kecamatan di Anambas akibat kabut asap yang menyebabkan pesawat batal terbang.

DOK TIM USTADZ ABDUL SOMAD
Ustadz Abdul Somad atau UAS 

Warga Kepulauan Anambas Kecewa Ustadz Abdul Somad (UAS) Batal Datang

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Antusias warga Kecamatan Jemaja, Kecamatan Jemaja Barat dan Kecamatan Jemaja Timur Kabupaten Kepulauan Anambas, pupus sudah setelah mendengar informasi terkait batalnya tausiah yang akan disampaikan oleh ustadz kenamaan yakni Ustad Abdul Somad (UAS).

"Kami sudah persiapkan diri untuk mendengar pengajian yang akan disampaikan oleh UAS. Tapi gagal disebabkan pesawat yang akan ditumpangi rombongan UAS dari Bandara Batam menuju Bandara Letung gagal terbang akibat cuaca," ujar Rahmat warga Desa Keramut Kecamatan Jemaja Barat kepada wartawan saat di hubungi, Jumat (20/9/2019).

Selain itu, Kepala Desa Rewak dan Kepala Desa Sunggak ketika dihubungi mengatakan bahwa dirinya ketika itu berada di Bandara Batam menuju Bandara Letung bersama rombongan UAS.

Ia juga menyampaikan bahwa rombongan UAS sudah tiba dan menunggu di Bandara Batam untuk terbang ke Anambas.

Namun pihaknya tidak bisa berangkat akibat asap menebal dan pasti banyak kegiatan yang mengalami kendala. 

Ingin Dengarkan Tausiyah Ustadz Abdul Somad, Warga Batam Putihkan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah

Melalui akun official @ustadzabdulsomad_official nya UAS menyampaikan pesan batalnya ia hadir mengis tausiah di Kepulauan Anambas lewat caption .

"Sahabat UAS, batal terbang dari Batam ke Anambas, karena jarak pandang di Letung. Pelajaran, tahun depan bulan-bulan segini jadwal tausiyah yang bisa ditempuh sepeda motor aja. Tapi lebih konkritnya, semoga para pembakar hutan ngasi jadwal pembakaran hutan," ujar UAS di akun instagramnya.

Selain menuliskan caption UAS juga menyampaikan permintaan maafnya lewat vidoe yang ia bagikan di akun instagramnya.

Tampak dalam video yang berdurasi 1 menit tersebut UAS dan District Manager Lion Air Batam memberi penjelasan terkait cuaca buruk yang mengakibatkan pesawat yang akan ditumpangi UAS batal berangkat.

"Saya sangat kecewa UAS tidak bisa hadir akibat penerbangan terganggu akibat cuaca tidak baik. Hal ini perlu juga menjadi pertimbangan bahwa pembakaran lahan perlu di tindak tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," sambung Rahmat.

Lion Air Minta Maaf

Ustadz Abdul Somad batal menggelar ceramah di 3 kecamatan di Kabupaten Kepulauan Anambas akibat pembatalan penerbangan yang dipicu turunnya jarak pandang di Bandara akibat kepungan kabut asap.

Rencananya, UAS akan tiba di Jemaja Rabu (18/9/2019) kemarin menggunakan pesawat maskapai Wings Air dengan rute penerbangan Batam-Jemaja. 

Dari info yang didapat oleh tribunbatam.id dari Bagian Bina Kesra Setdakab Anambas Riorizal, UAS akan mengisi ceramah agama di lapangan sepakbola Kecamatan Jemaja Rabu (18/9/2019) selepas sholat Isya. 

Setelah mengisi ceramah di Kecamatan Jemaja, malam itu juga UAS bersama rombongan akan bertolak ke Tarempa, Kecamatan Siantan.

Di Tarempa nantinya UAS akan melaksanakan sholat subuh berjama'ah di Masjid Jamik Baiturrahim dan langsung memberikan ceramah setelah sholat subuh.

Setelah mengisi ceramah di masjid Jamik Baiturrahim, UAS dan rombongan akan sarapan bersama di sebuat tempat makan.

 Ustadz Abdul Somad Terancam Batal Ceramah di Jemaja, Jarak Pandang Cuma 400 Meter

Tak lama setelah itu, perjalanan akan dilanjutkan menuju kecamatan Palmatak. 

UAS akan mengisi acara pada pukul 09.00 di masjid yang ada di Kecamatan Palmatak.

Setelah mengisi acara di Kecamatan Palmatak, UAS langsung bertolak menggunakan pesawat Express di Bandara Matak Base menuju Batam.

Sebab dikabarkan UAS akan mengisi acara di Batam pada hari yang sama. 

Namun, rencana itu batal akibat force majour yakni adanya gangguan kabut asap.

Melalui video yang diunggah di akun instagram ustadzabdulsomad_official, District Manager Lion Air Group Batam, M Zaini Bire menyampaikan permohonan maaf ke Ustadz Abdul Somad.

Permohonan maaf itu disampaikan M Zaini Bire terkait batalnya Ustadz Abdul Somad terbang ke Letung, Anambas.

Dalam IGTV yang diunggah di akun Instagram Ustadz Abdul Somad Official, Bire menyampaikan bahwa kondisi alam menjadi penyebab pesawat tak bisa berangkat.

"Kondisi alam. Jadi (karena) asap inim jarak pandang untuk penerbangan kita untuk landing dan take off cuma 1500. Jadi bukit dah tak keliatan lagi," kata Bire.

"Kita perlu 5000 meter (jarak pandang) untuk landing ke sana. Tapi ini sampai tiga jam ke depan menurut BMKG itu nggak akan bisa berubah. Minta maaf banget ini Pak Ustadz," katanya.

 

Menanggapi permohonan maaf District Manager Lion Air Group Batam M Zaini Bire, Ustadz Abdul Somad mengatakan dirinya juga menyampaikan permohonan maaf.

"Kita sama-sama mohon maaf kepada masyarakat Letung di Anambas. Bahwa kami tidak dapat hadir. Mudah-mudahan tahun depan mereka sebelum bakar kasi tau jadwal dulu," kata Ustadz Abdul Somad. 

Ustadz Abdul Somad memang memastikan dirinya batal ke Anambas, Kepulauan Riau.

Hal itu disampaikan UAS melalui akun Instagram resminya, Ustadz Abdul Somad Official.

Sembari mengunggah foto dirinya dengan latar belakang pesawat, Ustadz Abdul Somad menyampaikan bahwa batalnya terbang dari Batam ke Anambas, karena jarak pandang di Letung.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
.
.
Sahabat UAS
.
Batal terbang dari Batam ke Anambas, karena jarak pandang di Letung. Pelajaran, tahun depan bulan-bulan segini jadwal tausiyah yang bisa ditempuh sepeda motor aja. Tapi untuk lebih konkritnya, semoga para pembakar hutan ngasi jadwal pembakaran hutan.

Demikian tulis UAS menyertai foto yang diunggahnya.

Terganggu Sejak Senin

Penerbangan menuju Batam-Letung, Letung - Batam, memang masih terganggu sejak kemarin Selasa (17/9/2019) hingga Rabu (18/9/2019) siang.

Kabut asap dengan intensitas tinggi tersebut, menyebabkan pesawat gagal terbang.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Tarempa, Dudi Juhadinata.

Saat tribunbatam.id mengonfirmasi melalui sambungan seluler, Dudi mengatakan, jarak pandang hanya mencapai 500 meter saja.

"Betul, kabut asap sekarang cukup tinggi, memungkinkan pesawat di Bandara Letung tidak bisa turun lagi sama dengan Bandara di Matak," ujar Dudi Juhadinata.

Kepala Stasiun BMKG Dudi Juhadinata menginfokan bahwa temperatur 27.6 RH 79, angin berhembus dari arah Tenggara, dengan kecepatan 5 Km/jam.

Saat ditanyai mengenai perkiraan hujan apakah akan turun dalam waktu dekat di Kepulauan Anambas, Dudi belum dapat memastikan, yang bisa memastikan bisa dikonfirmasi langsung di Stasiun BMKG Batam.

Tak hanya itu para penumpang yang telah menuju ke Letung, terpaksa menginap sampai pesawat dipastikan aman untuk terbang. (tribunbatam.id/tri indaryani/rahma tika)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved