HUMAN INTEREST

27 Tahun Merantau dari Sukabumi, Dadang Jadi Buruh Pemecah Batu Untuk Hidupi 6 Anaknya

Dadang (57) warga Sukabumi ini mengaku memilih merantau ke Kepulauan Anambas karena melihat peluang mata pencaharian yang memungkinkan. Simak kisahnya

27 Tahun Merantau dari Sukabumi, Dadang Jadi Buruh Pemecah Batu Untuk Hidupi 6 Anaknya
TRIBUNBATAM.ID/RAHMA TIKA
Dadang, warga Anambas yang bekerja sebagai pemecah batu 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Hidup di daerah Kepulauan yang dikelilingi lautan dianggap sebagai berkah bagi Dadang yang harus menafkahi 6 anaknya.

Dadang (57) warga Sukabumi ini mengaku memilih merantau ke Kepulauan Anambas karena melihat peluang mata pencaharian yang memungkinkan.

Sebelum pindah ke Anambas, Dadang menetap di Kabupaten Natuna selama 17 tahun.

Tak lama setelah itu Dadang memutuskan untuk mencoba peruntungan di Kepulauan Anambas, dan kini Dadang telah menetap di Anambas hampir 10 tahun lebih.

Dadang (57) yang harus menghidupi istri dan ke-6 anaknya harus memutar otak bagaimana agar bisa bertahan hidup di rantau orang.

Sebab di Kepulauan Anambas harga sembako bisa dikatakan cukup mahal bagi masyarakat yang baru menetap di Kepuluan Anambas.

Akhirnya Dadang memutuskan untuk bercocok tanam.

Dadang tinggal di Tanjung Momong, tak jauh dari tempat ia memecahkan batu.

Miliki 50 Kulkas, Pengusaha Es Batu Giling di Jemaja Raih Omset Jutaan Rupiah Sebulan

Tak hanya itu ia juga menanam sayuran seperti sawi, kacang panjang, timun, dan kangkung.

Tak hanya itu Dadang juga memelihara kambing. Kebetulan masyarakat Kepulauan Anambas jarang sekali ada yang beternak kambing. 

Halaman
123
Penulis: Rahma Tika
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved