HEADLINE TRIBUNBATAM

Batam Markas Cyber Crime Asia, Pakai Seragam Polisi China saat Beraksi

Banyak yang tidak tahu, 47 orang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok (China) dan Taiwan ini melakukan aksi kejahatan di Batam.

Batam Markas Cyber Crime Asia, Pakai Seragam Polisi China saat Beraksi
TRIBUNBATAM.ID/MADI DWINANDO
HEADLINE TRIBUN BATAM, SABTU 21 SEPTEMBER 2019 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Banyak yang tidak tahu, 47 orang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok (China) dan Taiwan ini melakukan aksi kejahatan di Batam.

Sebanyak 47 WNA, 3 di antaranya perempuan ini, sudah dua bulan terakhir beraksi melakukan kejahatan siber (cyber crime) di sebuah ruko di Batam Centre.

Rapinya cara mereka beraksi, membuat sekuriti ruko di Komplek Grand Orchid Batam Centre itu, tidak menyadari puluhan orang asal Tiongkok itu beraksi di dalam ruko.

Namun, setelah dua bulan, aksi pelaku kejahatan siber ini tercium juga oleh aparat keamanan dari kepolisian. Kerjasama Satintelkam Polresta Barelang dan Satreskrim

Polresta Barelang berhasil mengungkap aksi mereka dan meringkusnya. Puluhan WNA diamankan unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Barelang, Rabu (18/9/2019).

Kepala Kantor Imigrasi kelas 1 khusus Batam, Agung Lucky mengatakan, kejahatan siber yang dilakukan puluhan WNA sulit mereka deteksi karena tidak punya alat untuk memantaunya.

“Itu kejahatan siber, kami tidak punya alat untuk mengetahui itu. Yang punya alat untuk mengetahui itu hanya Polri,” ucap Agung, Rabu (18/9) lalu.

Tak Ada WNI Dirugikan, Ternyata 47 WNA Penjahat Siber Bermarkas di Batam Buronan Interpol

Pekerjakan 47 Penipu, Cj Harus Keluarkan Rp 100 Juta Perbulan Untuk WNA

“Mereka ini merupakan subjek bebas visa. Masuk ke Batam itu kan alasannya bermacam macam,” lanjutnya.

Agung mengungkapkan saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan polisi untuk memeriksa paspor puluhan WNA itu. “Kita akan tindak nantinya, bisa kena undang-undang Imigrasi dan undang-undang siber,” kata Agung.

Dalam ekspose perkara yang digelar di Mapolresta Barelang, Jumat (20/9), Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo mengatakan, para pelaku melakukan kejahatan siber di Indonesia dengan leluasa, karena jauh dengan lokasi korban yang menjadi target mereka.

Halaman
1234
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved