Delapan Bulan, 59 Perusahaan PMA Investasi di Batam, Serap Belasan Ribu Tenaga Kerja

Badan Pengusahaan (BP) Batam menargetkan investasi yang masuk ke Batam sepanjang 2019 sebesar USD 900 juta. Dari target ini, baru terealisasi sebesar

Delapan Bulan, 59 Perusahaan PMA Investasi di Batam, Serap Belasan Ribu Tenaga Kerja
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam, Endry Abzan 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Badan Pengusahaan (BP) Batam menargetkan investasi yang masuk ke Batam sepanjang 2019 sebesar USD 900 juta. Dari target ini, baru terealisasi sebesar USD 487,356 juta atau sekitar 54,1 persen hingga Agustus lalu.

Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam, Endry Abzan mengatakan, pada semester I tahun ini, ada sebanyak 45 perusahaan penanaman modal asing (PMA) yang merealisasikan usahanya di Batam. Sementara dari Juli hingga Agustus, tercatat sebanyak 14 perusahaan.

"Jadi totalnya ada 59 perusahaan," kata Endry kepada wartawan, Senin (23/9).

Agus Wibowo Resmi Jabat Ketua DPRD Kabupaten Bintan Saya Siap Majukan Kabupaten Bintan

Hindari Kecelakaan Akibat Kabut, Nelayan Pulau Dapur 6 Terkendala Melaut

Untuk serapan tenaga kerjanya, total hampir 11 ribu orang. Ia melanjutkan, PMA yang masuk ke Batam saat ini masih didominasi asal Singapura. Walaupun perusahaan induknya berasal dari negara di Eropa.

"Selain Singapura juga ada Cina, Malaysia, Australia, India dan beberapa negara lainnya. Tapi masih dominan dari Singapura," ujarnya.

Kasubdit Pelayanan Penanaman Modal PTSP BP Batam, Evy Elfiana Bangun menambahkan, ada sekitar 100an perusahaan yang merencanakan investasinya di Batam, tahun 2019.

Namun, dari jumlah itu, baru 59 perusahaan yang merealisasikan usahanya.

Pengalaman Relawan Singapura Ikut Padamkan Api di Lahan Gambut: Kita Seperti Tak Melakukan Apa-apa

BP Batam akan mengawal perusahaan ini agar bisa menjalankan usahanya dengan nyaman di Batam.

Di sisi lain, BP Batam juga komitmen meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat.

Saat ini BP Batam telah memiliki beberapa unit frontliner.

Tugasnya memberikan informasi dan membimbing investor dalam setiap tahapan investasi.

Sebut saja seperti Klinik Berusaha, Online Single Submission (OSS) dan beberapa garda pengawal investasi.

"Klinik Berusaha tugasnya mempermudah penyelesaian masalah usaha di bidang lahan, lingkungan, lalu lintas barang, keimigrasian, serta ketenagakerjaan," kata Evy. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved