Lagi, Pejabat BUMN Terjerat OTT KPK. Kali Ini Tiga Direksi Perum Perindo Terkait Suap Impor Ikan

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, tiga dari sembilan orang yang ditangkap merupakan direksi Perum Perikanan Indonesia atau Perum Perindo.

Lagi, Pejabat BUMN Terjerat OTT KPK. Kali Ini Tiga Direksi Perum Perindo Terkait Suap Impor Ikan
kompas.com
Gedung KPK 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Di tengah kehebohan pro dan kontra revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga antirasuah itu tetap melakukan pekerjaannya melakukan penindakan terhadap kasus korupsi.

Tim KPK, Senin (24/9/2019), mengamankan sembilan orang dalam OTT yang berlangsung di Jakarta dan Bogor.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, tiga dari sembilan orang yang ditangkap merupakan direksi Perum Perikanan Indonesia atau Perum Perindo.

"KPK mengamankan total 9 orang di Jakarta dan Bogor pada siang dan malam ini. Tiga orang diantaranya adalah jajaran Direksi dan sisanya pegawai Perum Perindo, serta pihak swasta importir," kata Laode dalam keterangan tertulis, Senin malam.

Tiga PRT Asal Indonesia Ditangkap Singapura Terkait ISIS, Punya Pacar Radikal di Jaringan Online

Pemerintah Singapura Tahan 3 TKW asal Indonesia, Diduga Terpapar Paham Radikal ISIS

Delapan Bulan, 59 Perusahaan PMA Investasi di Batam, Serap Belasan Ribu Tenaga Kerja

Laode menuturkan, operasi tangkap tangan tersebut adalah tindak lanjut dari dugaan akan terjadinya transaksi antara pihak swasta dengan direksi BUMN di bidang perikanan.

Menurut Laode, sembilan orang yang ditangkap telah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK dan sedang diperiksa secara intensif.

Sesuai dengan hukum acara yang berlaku, KPK diberikan waktu paling lama 24 jam untuk menentukan status hukum perkara ini dan status hukum pihak-pihak yang diamankan.

"Kami sedang melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap pihak-pihak yang diamankan tersebut di kantor KPK, Jakarta," kata Laode.

Adapun barang bukti uang yang diamankan KPK dalam OTT hari ini sebesar 30 ribu dollar AS atau lebih dari Rp 400 juta.

"Diduga uang ini merupakan fee jatah kuota impor ikan jenis tertentu yang diberikan Perum Perindo pada pihak swasta. Salah satu jenis ikan yang teridentifikasi saat ini adalah ikan jenis frozen pacific mackerel atau ikan salem," kata Laode.

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved