PWI Kepri Minta Dewan Pers Turun Tangan, Usut Kekerasan Terhadap Jurnalis

Kecaman aksi intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis terus meluas. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri Candra Ibrahim mengecam tindakan

PWI Kepri Minta Dewan Pers Turun Tangan, Usut Kekerasan Terhadap Jurnalis
Istimewa
ilustrasi kekerasan terhadap wartawan 

PWI Kepri Minta Dewan Pers Turun Tangan  Desak Usut Kekerasan Terhadap Jurnalis

TRIBUNBATAM.ID, BATAM - Kecaman aksi intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis terus meluas. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri Candra Ibrahim mengecam tindakan represif aparat terhadap jurnalis.

"Kami sangat menyesalkan adanya tindakan itu. Jurnalis dalam menjalankan aktivitas peliputan dilindungi undang-undang. Tidak boleh ada kesewenang-wenangan aparat. Kami minta Kapolri sebagai komandan tertinggi dan Dewan pers mengusut tindakan itu," katanya Rabu (25/9).

Tak hanya itu, Candra juga meminta Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk membuat klarifikasi kepada publik.

Sebab menurut penilaian Candra pada video yang beredar di medsos, tindakan yang dialami oleh jurnalis nyaris sama.

Sulap Rumahnya Jadi Tempat Prostitusi, Ibu Rumah Tangga di Tasikmalaya Terancam Pidana

Jelang Persib Bandung vs Arema FC Liga 1 2019, Abdul Aziz Optimis Menang: Ini Untuk Bobotoh

"Apakah ini terstruktur atau bagaimana? Karena publik sangat terheran-heran atas tindakan itu. Jika kita lihat di video yang beredar cukup jelas ya. Bahkan intimidasi kepada jurnalis perempuan juga ada. Nah ini yang harus dijelaskan Kapolri ke publik. Agar publik tahu apa sebenarnya ini. Dan yang terpenting usut tindakan itu," ujar Candra.

Sebelumnya, kekerasan fisik kembali menimpa sejumlah jurnalis. Saat meliput puluhan ribu mahasiswa dan aliansi masyarakat sipil. Yang menggelar aksi demonstrasi di Jakarta dan berbagai daerah di Indonesia pada Selasa 24 September 2019.

Aksi unjuk rasa ini menuntut pemerintah dan DPR mencabut pasal-pasal bermasalah di RKUHP dan menolak pelemahan KPK, serta membatalkan RUU bermasalah lainnya seperti RUU Pertanahan dan RUU Ketenagakerjaan. 

Kericuhan pecah dalam aksi di Makassar, Sulawesi Selatan serta di depan Gedung DPR Jakarta. Tiga jurnalis di Makassar menjadi korban kekerasan oknum aparat saat melakukan peliputan. Mereka adalah Muhammad Darwin Fathir (jurnalis ANTARA), Saiful (jurnalis inilahkata.com) dan Ishak Pasabuan (jurnalis Makassar Today).

Sementara di Jakarta, empat orang jurnalis luka-luka karena menjadi korban kekerasan. Pertama, kekerasan terhadap jurnalis Kompas.com, Nibras Nada Nailufar. Ia mengalami intimidasi saat merekam perilaku polisi yang melakukan kekerasan terhadap seorang warga di kawasan Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Selasa malam. 

Bukan Mahasiswa, Kerusuhan Demo di Jakarta Justru antara Polisi dan Pelajar

Halaman
12
Penulis: Leo Halawa
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved