Breaking News:

Incar Klaim Asuransi Rp 37,7 Miliar, Pria Ini Berkomplot Palsukan Kematian Ibu Kandung

ntuk menyelesaikan masalah keuangannya, seorang lelaki di Singapura berkomplot dengan ibunya memalsukan kematian untuk mendapatkan klaim asuransi

dok_Google_ST_
Abraham Rock (38), warga Singapura, yang berkomplot untuk memalsukan kematian ibu kandung, demi mendapat klaim asuransi dari pemerintah Singapura. 

Selasin itu, perusahaan asuransi juga terlah dirugikan karena mereka harus menyewa surveyor untuk menyelidiki kasus ini.

Jaksa menambahkan bahwa Rock memainkan peran aktif dalam skema tersebut, meramu metode kematian untuk pengembalian yang lebih tinggi, membuat klaim asuransi ke banyak perusahaan, kata jaksa penuntut.

Pembela terdakwa, Trent Ng mengatakan, sebagian besar pembayaran sebenarnya berasal dari Dewan CPF dan "hal itu adalah uangnya sendiri".

Jaksa menjawab bahwa "intinya adalah, dia tidak berhak untuk menarik uang. Dia tidak berhak atas (uang klaim) pada saat ini," tegas jaksa.

Dia menambahkan bahwa sang ibu telah memainkan peran aktif dengan menyetujui untuk mengambil bagian dalam skema tersebut, melakukan perjalanan ke Pakistan bersama putranya dan tinggal di sana.

Pengacara mengatakan Talat memainkan "peran pasif dalam semua ini".

Dia tahu putranya dalam kesulitan keuangan dan menyetujui rencana itu tanpa sepenuhnya tahu tentang apa itu, "kecuali bahwa dia harus berperan sebagai orang yang telah mati", katanya.

Pembela meminta hukuman tidak lebih dari 26 bulan penjara untuk Rock, dan enam bulan untuk ibunya.

Rock memiliki perusahaan sendiri dan merupakan konsultan otomotif, menginvestasikan Sin $ 300.000 dengan seorang pria yang kemudian tidak dapat dihubungi.

Ia menghabiskan hampir $ S $ 100.000 untuk menuntut pria itu dan memulihkan pinjaman investasinya. 

Karewna putus asa, dia kemudian menyusun rencana untuk melakukan penipuan asuransi tersebut.

Ibunya adalah wanita tua yang berpikiran sederhana tanpa keluarga besar di Singapura, buta huruf dan sulit mendengar, kata pembelaan itu.

Hakim Distrik Christopher Tan mengatakan dia harus memperhitungkan unsur transnasional dalam kasus ini, yang membuatnya sangat sulit untuk mengumpulkan bukti.

Hakim memerintahkan penyitaan lebih dari S $ 12.000 dari rekening bank Rock untuk dikembalikan ke Dewan CPF.

Hingga saat ini, paman dan dua sepupu yang membantu Rock dalam aksi penipuan ini masih bebas dan berada di Pakistan.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved