Rupiah Melemah ke Rp 14.165 per dolar hari Ini, bagaimana dengan Besok?

Mengutip Bloomberg di pasar spot, Kamis (26/9), rupiah melemah 0,10% ke Rp 14.165 per dolar AS

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Warga menunjukkan mata uang rupiah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tahun emisi 2016 di lokasi penukaran uang di Blok M Square, Jakarta, Senin (19/12/2016). Bank Indonesia resmi meluncurkan uang NKRI tahun emisi 2016 dengan menampilkan 12 pahlawan nasional yakni 7 uang rupiah kertas dan dan 4 uang rupiah logam 

TRIBUNBATAM.id - Rupiah melemah tertekan sentimen politik dari dalam dan luar negeri. Mengutip Bloomberg di pasar spot, Kamis (26/9), rupiah melemah 0,10% ke Rp 14.165 per dolar AS. Sementara pada kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah juga melemah 0,20% ke Rp 14.162 per dolar AS.

Analis Asia Trade Future Deddy Yusuf Siregar mengatakan, kondisi politik di dalam negeri dan AS sama-sama menekan posisi rupiah terhadap dolar AS.

Di dalam negeri unjuk rasa terkait penolakan RUU KUHP dan revisi UU KPK masih terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Aksi demo yang belum mereda membuat rupiah masih tertekan.

Permasalahan politik juga terjadi di AS. DPR AS berupaya memakzulkan Presiden AS Donald Trump.

Menurut Deddy, semua persoalan politik tersebut membawa ketidakpastian serta kekhawatiran pelaku pasar. Akibatnya, pelaku pasar condong beralih ke aset yang lebih aman seperti dolar AS daripada rupiah.

Google Resmi Rilis Layanan Google Play Pass, Mau Saingi Apple?

5 Games Keren Ini Bakal Dirilis Bulan Depan, Mana Games Kesukaanmu?

 

"Investor saat ini belum nyaman untuk memilih instrumen berisiko seperti rupiah," kata Deddy, Kamis (26/9).

Selain itu, rupiah tertekan karena indeks dolar AS menguat tersokong data penjualan rumah baru tercatat naik ke 713.000 lebih tinggi dari proyeksi di 652.000 untuk periode September.

Senada, Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan pelemahan rupiah hari ini masih dipengaruhi oleh aksi demo yang terjadi di dalam negeri.

Namun, Lana menilai pelemahan rupiah saat ini masih dalam rentang yang aman. Ke depan pergerakan rupiah dalam jangka panjang masih akan dipengaruhi dari perkembangan perang dagang AS dan China.

Lana memproyeksikan rupiah besok (27/9) berpotensi menguat secara teknikal karena kemarin berturut-turut melemah.

Lana memproyeksikan rupiah besok di rentang Rp 14.150 per dolar AS hingga Rp 14.160 per dolar AS.

Sementara, Deddy memproyeksikan rupiah besok masih berpotensi melemah selama ketenangan politik dalam negeri belum terjadi.

"Rupiah bisa berlanjut melemah bila pemerintah tidak menyampaikan komentar yang bisa memberikan suasana dalam negeri lebih kondusif dan nyaman bagi investor," kata Deddy.

Deddy memproyeksikan rupiah bergerak ke Rp 14.200 per dolar AS hingga Rp 14.220 per dolar AS di perdagangan besok.

Editor: Rio Batubara
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved