Batam Tempat Transit Popular Korban Perdagangan Orang, LPSK Gelar Rapat Kerja sama Stakeholder Lain

Rapat kerja yang dilaksanakan Biro Penelahaan Permohonan LPSK untuk menentukan langkah dalam perlindungan saksi dan korban perdagangan orang.

Batam Tempat Transit Popular Korban Perdagangan Orang, LPSK Gelar Rapat Kerja sama Stakeholder Lain
istimewa
LPSK bersama Polda Kepri, Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Kepri, dan Imigrasi Kls 1 Khusus TPI Batam tengah melakukan rapat kerja terkait penanganan korban perdagangan manusia 

TRIBUNBATAM.id- Berdasarkan pengalamannya selama ini, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) melansir Batam merupakan salah satu tempat transit popular bagi tenaga kerja Indonesia ilegal yang menjadi korban perdagangan orang.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Kerja Biro Penelahaan Permohonan LPSK yang mengambil tema, “Meningkatkan Koordinasi dalam Penanganan Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang” yang dilaksanakan di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (27/09-2019).

Selain pimpinan LPSK, ada beberapa narasumber yang dihadirkan antara lain dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kepulauan Riau, Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Batam dan Polda Kepulauan Riau.

Menurut Wakil Ketua LPSK Achmadi, penanganan korban perdagangan orang tidak hanya dapat dilakukan satu instansi, tapi diperlukan koordinasi dengan beberapa stakeholder yang bertanggung jawab dalam perkara perdagangan orang.

Rapat kerja yang dilaksanakan Biro Penelahaan Permohonan LPSK ini antara lain untuk menentukan langkah-langkah ke depan khususnya dalam perlindungan saksi dan korban perdagangan orang.

"Kami mengundang beberapa narasumber dari beberapa instansi terkait untuk terlibat dalam diskusi terbatas ini,” katanya.

Ini Alasan LPSK Tidak Bisa Lindung Saksi dan Ahli Prabowo-Sandiaga di Sidang MK

LPSK Enggak Bisa Lindungi Saksi dan Ahli Prabowo-Sandiaga di Sidang MK, Lho, Kenapa?

Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo menambahkan, Batam termasuk daerah yang cukup tinggi mengajukan permohonan perlindungan korban perdagangan orang ke LPSK.

Dengan digelarnya rapat kerja di Batam kali ini, Hasto berharap dapat memperkuat kerja sama antarinstansi di daerah dalam penanganan korban perdagangan orang.

Dalam empat tahun terakhir, setidaknya LPSK telah melakukan penanganan terhadap 318 saksi dan/atau korban perdahangan orang, dimana 215 di antaranya perempuan.

Adapun wilayah asal korban terbanyak ditempati Jawa Barat yaitu 118 orang, disusul NTB sebanyak 42 orang, Jawa Tengah dengan 32 orang, NTT sebanyak 27 orang, dan terakhir Banten dengan 16 orang. (HUMAS LPSK)

Penulis: Anne Maria
Editor: Anne Maria
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved