Didiuga Dianiaya Majikan, TKW Tewas di Malaysia, Keluarga Renova Minta Polisi Kejar AS

Diduga, Renova meninggal karena dianiaya oleh majikannya di Malaysia. Tanggal 14 Juni 2019 lalu, Renova sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Meda

Didiuga Dianiaya Majikan, TKW Tewas di Malaysia, Keluarga Renova Minta Polisi Kejar AS
TRIBUNBATAM.id/LEO HALAWA
Maruba Hutapea dan pengacaranya Roy Wright memperlihatkan bukti-bukti dugaan keterlibatan As. Dalam perkara pemberangkatan korban almarhumah Renova Hutapea, di lobi Pengadilan Negeri Batam Kamis (26/9/2019). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Abang kandung almarhum Renova Hutapea, Maruba Hutapea masih dilanda duka mendalam. Bagaimana tidak, Maruba tak habis pikir begitu cepat adik ketiganya meninggalkan mereka. Renova meninggalkan dua anak yang masih butuh kasih sayang ibu.

"Anak pertamanya cowok kelas satu SMP. Anak kedua kelas tiga SD. Mereka tinggal di Siantar Sumatera Utara sekarang. Kami sangat kasihan anak-anaknya. Yang seharusnya butuh kasih sayang orang tua," kata Maruba saat dijumpai di Pengadilan Negeri Batam Kamis (26/9).

Diceritakan Maruba, kepergian Renova ke Malaysia untuk menyambung hidup. Sebab, Renova sendirian membesarkan dua anaknya. Karena sudah cerai hidup dengan suami. Namun niat itu seolah hanya mimpi belaka. Bukan malah untung, nyawa pun melayang.

Diduga, Renova meninggal karena dianiaya oleh majikannya di Malaysia. Tanggal 14 Juni 2019 lalu, Renova sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Setelah dipulangkan dari Malaysia. Namun 2 Juli 2019, Renova menghembuskan nafas terakhir.

Maruba menjelaskan, tidak habis pikir kejadian malang itu. Awalnya ia bercerita, April 2019 lalu, terdakwa Iis memberangkatkan Renova ke Malaysia dengan sejumlah iming-iming. Awalnya dijanjikan sebagai pekerja di panti jompo di Malaysia. Tapi setelah tiba, malah kerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT).

Guru Pencak Silat Tega Tiduri Siswi SMP, Imingi Korban Makan Bakso dan Beri Boneka

Beri Perlindungan Tenaga Kerja, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Negara Ikut Berikan Perlindungan 

Ramalan Zodiak Sabtu 28 September 2019, Tekanan Darah Taurus Naik, Gemini Miliki Energi Berlebih

Rusuh Demo Mahasiswa, Prabowo Angkat Suara: Tolonglah Aparat, Anda Milik Rakyat Indonesia Kan?

"Kalau tahu kami PRT, mungkin saya sebagai abangnya tak menginzinkan. Karena kami tahu resikonya. Tapi kami merasa dibohongi oleh bu Iis (Hi’is Darsini alias Iis,red). Maka itu kami laporkan ke Polda Kepri," katanya.

Tidak hanya itu, Ramuba Hutapea meminta pihak kepolisian mengejar perempuan berinisial AS. Sebab kata Maruba, As diduga terlibat atas keberangkatan adiknya. Sebab katanya, AS ikut mendesign kepergian Renova ke Malaysia dengan cara ilegal. Sehingga mendapatkan siksaan dengan majikan.

Ia menceritakan, 13 April 2019 pukul 15.00 WIB, Renova datang ke rumahnya di Tiban. meminta, agar dirinya menandantangani surat izin di hadapan RT RW setempat. Bahwa Maruba mengizinkan Renova kerja di luar negeri.

Maruba semula tak mau. Sebab ia harus tahu peruntukan surat tersebut. Namun Renova meyakinkannya. Hingga pada hari itu juga pukul 17.00 WIB mereka datang ke rumah Iis di Sengkuang.

"As ini meyakinkan saya. As mengaku sebagai pengacara. Katanya, kalau sudah tanda tangan surat izin ini,maka semua permid akan diurus. As mengurus semua. Tahu-tahunya kami dibohongi. Kendati pun surat izin itu sudah saya tandatangani, adik saya berangkat non prosedural. Kami minta polisi, kejar AS. Karena As ikut berperan dalam perkara ini," tambahnya.

Halaman
1234
Penulis: Leo Halawa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved