Peringati Hari Jantung Dunia, RSAB Batam Gelar Seminar Awam Bagi Masyarakat

RS Awal Bros mengadakan seminar awam, Sabtu (28/9) pagi. Kegiatan seminar tersebut dilakukan dalam rangka memperingati hari jantung dunia yang jatuh

Peringati Hari Jantung Dunia, RSAB Batam Gelar Seminar Awam Bagi Masyarakat
Tribunbatam.id/Anne Maria
Suasana seminar jantung sehat di RSAB 

TRIBUNBATAM.ID, BATAM - RS Awal Bros mengadakan seminar awam, Sabtu (28/9) pagi. Kegiatan seminar tersebut dilakukan dalam rangka memperingati hari jantung dunia yang jatuh bertepatan tanggal 29 September.

Kegiatan tersebut diikuti oleh beberapa komunitas dan dari ibu PKK. Komunitas di antaranya yayasan jantung Indonesia cabang Batam. Adapun tema seminar yakni Apakah Jantungku sehat?.

"Tujuan kami bagaimana supaya masyarakat awam ini bisa mengenali tanda-tanda silent killer," ujar dr Shinta Trilusita, Manager Pengembangan Bisnis RSAB.

Hasil Lengkap & Klasemen Liga 1 2019 Setelah Bali United Menang, PSS Sleman vs Madura United Imbang

Walikota Batam Beri Isyarat Maju Ke Pilgub Kepri, Rudi dan Soerya Respationo Akan Bersaing

Dalam acara tersebut hadir sebagai pembicara dr Stanley Panggabean, Sp JP dan dr. Raja Muhammad Hendriansjah, SpGK.

Shinta menyebutkan dokter gizi berkaitan juga dengan penyakit Jantung. Sebab penyakit jantung memiliki beberapa faktor resiko satu di antaranya gaya hidup dan pola makan.

"Kita coba mencegah penyakit ini dari mengubah pola life style kita yang tidak sehat. Atur pola makan. Pilih bahan makanan yang kita makan, jangan cuma hitung kalori. Kita harus mengetahui dulu energi yang dibutuhkan, agar kita bisa mengatur energi masuk dan keluar di tubuh," tutur Raja Muhammad.

Serta harus menghindari fast food. Rutin untuk cek profil lemak per tiga bulan sekali, meliputi kolesterol, LDL, HDL, Triglesida.

"Jangan lupa juga tetap olahraga. Santai saja, olahraga ringan saja. Tidak usah olahraga berat, karena olahraga berat biasanya untuk pembentukan otot," katanya lagi.

Menurutnya, guna mencegah penyakit jantung dapat dilakukan melalui menjaga berat badan.

"Berat badan harus distabilkan. Bisa dilihat dari ukuran lingkar pinggang kita, kalau laki-laki harus kurang dark 90 cm dan wanita kurang dari 80 cm. Kalau lebih berarti overweight hingga obesitas. Berarti ada potensinya," katanya.(ane)
 

Penulis: Anne Maria
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved