KRONOLOGI & Detik-detik Jenderal 'Malaikat Pelindung' Pengawal Setia Raja Arab Saudi Ditembak Mati

Fagham merupakan pengawal raja yang paling dikenal masyarakat Arab Saudi. Fagham bahkan dijuluki "Malaikat Pelindung Sang Penguasa Saudi".

KRONOLOGI & Detik-detik Jenderal 'Malaikat Pelindung' Pengawal Setia Raja Arab Saudi Ditembak Mati
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Jenderal Abdelaziz al-Fagham (kepala plontos) yang setia mengawal Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud saat kunjungan kenegaraan ke Brunei Darussalam di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (4/3/2017). Setelah ke Indonesia, Raja Salman melakukan kunjungan ke Brunei Darussalam dan dijadwalkan sore harinya kembali ke Indonesia untuk berlibur ke Bali. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNBATAM.id - Insiden maut penembakan mati menyasar Pengawal pribadi Raja Salman, Mayor Jenderal Abdelaziz Al-Fagham.

Mayor Jenderal Abdelaziz Al-Fagham tewas ditembak mati oleh Mamdouh bin Meshaal Al Ali. 

Namun insiden penembakan itu tidak terjadi saat Fagham sedang bertugas mengawal raja, melainkan akibat terlibat pertengkaran pribadi.

Diberitakan SPA, insiden penembakan yang menewaskan Fagham terjadi di kediaman salah seorang kenalannya di Jeddah, pada Sabtu (28/9/2019) malam.

Mengungkap Misteri Penembakan Mati pengawal Pribadi Raja Salman, Dijuluki Malaikat Pelindung

Kapolri Tito Karnavian Copot Kapolda Papua, Sultra & Riau, Terkait Karhutla & Penembakan Mahasiswa

Jenderal Abelaziz al-Fagham (kiri), saat bertugas mengawal Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz.(AFP / ALEXANDER NEMENOV)
Jenderal Abelaziz al-Fagham (kiri), saat bertugas mengawal Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz.(AFP / ALEXANDER NEMENOV) ()

Ali diduga adalah kenalan dari Fagham dan juga sang pemilik rumah. Ketiganya kemudian terlibat dapat pertengkaran.

Tidak diketahui masalah yang terjadi di antara ketiganya, namun setelah bertengkar, Ali sempat keluar dari rumah tersebut.

Tak beberapa lama kemudian, Ali kembali dan kali ini sambil membawa senjata.

Tanpa basa-basi, Ali pun melepaskan tembakan ke arah orang-orang yang ada di dalam rumah, termasuk Fagham, yang dilaporkan terkena sejumlah tembakan.

Selain Fagham, dua orang lain di dalam rumah juga terkena tembakan, yakni saudara si pemilik rumah dan seorang pekerja asal Filipina.

Pelaku penembakkan sempat bertahan di dalam rumah saat petugas mulai datang. Dia menolak untuk menyerahkan diri sehingga memicu terjadinya baku tembak dengan polisi.

Halaman
1234
Editor: Aminudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved