Taktik Jitu Kopassus Lumpuhkan Dukun PKI Mbah Suro di Padepokan, Dikenal Sakti & Kebal Senpi

Namun, belakangan sebutan dukun tersebut berkembang menjadi dukun kebal, hingga ia disebut sebagai Mbah Suro atau Pendito Gunung Kendheng.

Taktik Jitu Kopassus Lumpuhkan Dukun PKI Mbah Suro di Padepokan, Dikenal Sakti & Kebal Senpi
TribunJambi
Taktik Jitu Kopassus Lumpuhkan Dukun PKI Mbah Suro di Padepokannya, Dikenal Sakti & Kebal Senpi 

TRIBUNBATAM.id - Berita Mendalam Tribun Batam Selasa, 1 Oktober 2019.

Tahun 1965, dini hari 1 Oktober, Menteri Panglima Angkatan Darat (Menpangad) Letnan Jenderal Ahmad Yani dan lima orang staf umumnya diculik dari rumah-rumah mereka di Jakarta.

Para Jenderal TNI itu dijemput dari rumah dan dibawa dengan truk ke sebidang areal perkebunan di selatan kota. Para penculik membunuh Yani dan dua jenderal lainnya pada saat penangkapan berlangsung.

Akibat tragedi berdarah ini, nasib yang ditanggung pentolan PKI tak main-main. Mereka diburuh.

Ya, satu di antara dampak penculikan dan pembunuhan Jenderal TNI adalah perburuan terhadap mereka yang dianggap sebagai anggota maupun simpatisan PKI.

 

Perburuan dan penangkapan itu dilakukan di sejumlah daerah yang ada di Indonesia.

Tidak terkecuali di daerah Cepu dan Ngawi.

Dalam buku "Sintong Panjaitan Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando", karya Hendro Subroto disebutkan, pada tahun 1967 perburuan terhadap simpatisan, dan anggota PKI juga dilakukan di kawasan yang terletak antara Cepu dan Ngawi.

Tepatnya, di Desa Ninggil.

Nama asli Mbah Suro adalah Mulyono Surodihadjo.

Mbah Suro merupakan seorang mantan lurah yang dibebaskan dari tugasnya akibat kesalahan sendiri.

Halaman
1234
Editor: Aminnudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved