Kasus Penembakan Aurora Saat Penayangan Film The Dark Knight Rises (2012), Dampaknya Pada Film Joker

12 orang tewas, 59 luka-luka. 3 orang diantaranya orang Indonesia. Ini kasus penembakan Aurora yang berdampak pada Film Joker.

Kasus Penembakan Aurora Saat Penayangan Film The Dark Knight Rises (2012), Dampaknya Pada Film Joker
kompas.com
Tersangka Penembakan Aurora 2012 

TRIBUNBATAM.id-- Film Joker yang tayang Oktober ini sempat menuai kontroversi karena kasus Penembakan Aurora  yang terjadi di tahun 2012.

Tragedi penembakan itu terjadi di Premiere 'Batman: The Dark Knight Rises' di Colorado, AS mengundang perhatian banyak orang.

Insiden penembakan yang dilakukan James Holmes dilakukan saat pemutaran midnight di bioskop 16 Century sekitar pukul 00.30 dini hari waktu setempat, Jumat (20/7/2012).

Pelaku menembaki penonton secara brutal dengan senjata sejenis riffle saat film 'The Dark Knight Rises' baru mulai sekitar 15 menit.

James Holmes : Tersangka Penembakan Aurora
James Holmes : Tersangka Penembakan Aurora (kompas.com)

Korban dari insiden itu pun dilaporkan berjumlah 12 orang tewas dan 50 orang terluka.

Dari korban terluka diketahui ternyata ada tiga orang berkewarganegaraan Indonesia.

Khawatir Kembali Terjadi Penembakan Aurora,Film Joker Dijaga Ketat Polisi, Mengangkat Mental Illness

Pihak berwenang mengatakan pemutaran perdana film Batman terbaru "The Dark Knight Rises," baru saja dimulai Jumat di teater Century 16 di kota Aurora, ketika seorang pria bertopeng, berpakaian serba hitam dan mengenakan rompi anti peluru berdiri di depan dan menghadap ke penonton yang memenuhi bioskop.

Mereka mengatakan ia melemparkan tabung gas air mata dan mulai menembak secara acak.

Polisi mengatakan mereka segera menangkap penembak itu di tempat parkir bioskop, dan menemukan sebuah senapan, sebuah pistol, dan sebuah masker gas.

Beberapa jam setelah terungkapnya insiden di bioskop yang gelap gulita itu, polisi mengatakan mereka mendapati apartemen pelaku penembakan itu penuh dengan bahan peledak.

Mereka mengevakuasi para penghuni gedung apartemen itu.

Pejabat penegak hukum mengidentifikasi tersangka itu bernama James Holmes, warga Amerika berusia 24 tahun yang baru-baru ini D.O. dari studi neuroscience di universitas terdekat.

Mereka mengatakan tidak ada indikasi bahwa penembakan itu terkait dengan kelompok teroris.

Presiden Amerika Barack Obama mempersingkat kampanye pemilu di Florida, menghimbau warga Amerika mendukung para korban pembantaian tersebut.

Halaman
123
Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved