Selain Tingkat Pendidikan, Kemiskinan Ternyata Pengaruhi Tingginya Kasus TPPO

Tidak hanya terjadi ditingkat internasional tetapi juga hingga kabupaten dan kota.

Selain Tingkat Pendidikan, Kemiskinan Ternyata Pengaruhi Tingginya Kasus TPPO
ist
Dua pelaku TPPO digiring Petugas Kepolisian saat ekpose di Mapolda Kepri 

Kemiskinan Pengaruh Maraknya TPPO

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Saat ini, korban perdagangan orang cenderung meningkat.

Tidak hanya terjadi ditingkat internasional tetapi juga hingga kabupaten dan kota.

Kebanyakan biasanya tren yang menjadi korban adalah wanita.

Demikian hal ini diungkapkan oleh Seorang Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Nugroho Eko Prasetyo.

Ia merupakan narasumber dalam acara sosialisasi pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di hotel Nagoya Plaza kamis (3/10/2019).

Dua pelaku TPPO digiring Petugas Kepolisian saat ekpose di Mapolda Kepri
Dua pelaku TPPO digiring Petugas Kepolisian saat ekpose di Mapolda Kepri (ist)

Acara ini diselenggarakan oleh Yayasan Bina Mandiri Batam bersama Komisi Keadilan, Perdamaian, Pastoral, Migran, dan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Kemendikbud. Acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat terkait masalah tersebut.

Ketua DPD Kepri PDI Perjuangan Memastikan Pemilihan Jumaga Nadeak melalui Tahapan Aturan Partai

Ups! Mahasiswa Singapura Ini Keranjingan Rekam Wanita Pakai Rok Pendek, di HP-nya Ada Ratusan Foto

"Tindak pidana perdagangan orang adalah tindakan perekrutan, pengiriman atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan dan penculikan, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi," ujar Eko disela-sela acara sosialisasi.

Ia melanjutkan faktor terjadinya TPPO sendiri diakibatkan tingginya angka kemiskinan, pengangguran dan angka putus sekolah.

Ditambah lagi dengan rendahnya tingkat pendidikan dan pengiriman TKI/TKW merupakan salah satu modus terbanyak dalam kasus perdagangan orang.

Menurutnya, perempuan dan anak adalah kelompok yang paling banyak menjadi korban tindak pidana perdagangan orang.

Ekspor Komoditas Pertanian Kepri Meningkat, Minta Pemerintah Daerah Kembangkan Investor Pertanian

Sementara itu, Ketua Yayasan Bina Mandiri Batam, Agung mengatakan acara sosialisasi ini berlangsung selama 3 hari. Event ini akan melibatkan seluruh elemen masyarakat, sekolah, pemerintah dan swasta.

Ia menilai pencegahan dan penanganan TPPO tidak akan optimal tanpa peran aktif dari masyarakat. Pasalnya TTPO merupakan kejahatan yang tidak saja terjadi dalam satu wilayah, negara melainkan juga antarnegara.

"Sedangkan hari ini ada materi tambahan penting dalam sosialisasi yakni kekerasan seksual terhadap anak, karena seperti yang kita ketahui anak anak sekarang rentan menjadi korban kekerasan seksual," tuturnya. (tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved