BATAM TERKINI

Walikota Batam Beri Solusi Untuk Ruli di Batam, Masyarakat Akan Disiapkan Rusun

Permasalahan rumah menjadi polemik sendiri di kota Batam dimana para masyarakat menengah kebawah biasa menepati lahan yang status kepemilikan merupaka

Walikota Batam Beri Solusi Untuk Ruli di Batam, Masyarakat Akan Disiapkan Rusun
Roma Uly Sianturi/TRIBUNBATAM.id
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi saat membahas Tata Ruang di Kantor Pemko Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Permasalahan rumah menjadi polemik sendiri di kota Batam di mana masyarakat menengah ke bawah biasa menampati lahan yang status kepemilikan merupakan milik pengusaha atau milik pemerintah.

Sehingga sering terjadi konflik antara pemilik tanah dan masyarakat yang menempati lahan tersebut.

Dari permasalahan tersebut Muhammad Rudi Walikota Batam yang sekaligus ketua Badan Pengusahaan (BP) Batam akan memberikan solusinya dengan dibangun Rumah Susun.

Selain Tingkat Pendidikan, Kemiskinan Ternyata Pengaruhi Tingginya Kasus TPPO

"Solusi yang terbaik untuk Ruli bukan kavling Siap Bangun (KSB) tetapi Rusun nami dengan bantuan subsidi masyarakat bisa memiliki" ujar Rudi Walikota Batam pada Kamis (3/10/2019)

Karena Rudi beranggapan tanah yang berada di dalam kota sendiri ketersediaan untuk kavling sudah tidak memadai untuk dibuat kavling Siap Bangun.

"Tanah dari BP untuk wilayah kota sudah tidak ada lagi, maka tanah dari pengembang itu yang akan didudukan sehingga tanah dari mereka   kita bisa membangun rusun Sehingga tidak membutuhkan tanah yang terlalu besar" ujar Muhammad Rudi usai melakukan pertemuan dengan penguasa di harmoni one.

Periksa Lima Saksi Terkait Temuan Bayi di Dalam Kardus, Polisi Masih Terus Lakukan Penyelidikan

Rudi menegaskan bahwa ia berbicara dalam konteks Walikota bukan sebagai kepala  BP Batam karena BP Batam bertugas mencari investasi untuk kota Batam.

" Yang saya sampaikan tadi itu konteks nya sebagai pemko Batam bukan sebagai BP Batam, BP Batam mencari investasi" ujar Rudi.

Rudi juga merencanakan sistem penomoran relokasi bagi masyarakat yang tinggal di ruli agar tidak dobel ketika di relokasi.

Kasus Suap Izin Reklamasi di Provinsi Kepri, Sidang Perdana Abu Bakar Ditunda

"Maka ada satu sistem yang harus dibuat Yaitu sistem penomoran sesuai dengan nomor e-KTP, sehingga yang tinggal (Mohon maaf ya) dirumah liar kita pindahkan nomor nya sudah terekam, Sehingga tidak  dobel, satu orang harus dapat satu Rusun. Kalo tidak dikunci seperti itu maka tidak akan pernah selesai penyelesaian rumah liar" ujar Rudi.(TRIBUNBATAM.ID/ALAMUDIN)

Penulis: Alamudin Hamapu
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved