Presiden Jokowi Dapat Info Tak Sedap, Menkeu Sri Mulyani Sidak Pusat Logistik Tekstil

Mendapat kabar yang tak sedap, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melakukan inspeksi mendadak ke Pusat Logistik Berikat (PLB) tekstil

Presiden Jokowi Dapat Info Tak Sedap, Menkeu Sri Mulyani Sidak Pusat Logistik Tekstil
Antara via KONTAN
Sri Mulyani melakukan inspeksi pendadak (sidak) Pusat Logistik Berikat (PLB) Tekstil Sunter, Jumat (3/10/2019) setelah mendapat kabar tak sedap terkait banjirnya impor tekstil 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Mendapat kabar yang tak sedap, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melakukan inspeksi mendadak ke Pusat Logistik Berikat (PLB) tekstil di daerah Sunter, Jakarta Utara, Jumat (4/10/2019).

Menkeu mengaku dirinya diminta secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo untuk meninjau PLB. Sebab, berdasarkan infomasi yang dihimpun presiden RI, Indonesia saat ini banjir impor tekstil dan produce tekstil (TPT).

“Ini juga dadakan sehingga kami tahu keadaan realitas seperti apa. Jadi saya melihat langsung klaim banjir TPT melalui PLB itu benar atau tidak," kata Sri Mulyani di PLB tekstil Sunter, Jakarta Utara, Jumat (4/10).

Sri Mulyani menyampaikan, secara statistik, impor TPT nasional, baik serat maupun kain pada 2017-September 2019 secara berurut senilai US$ 4,7 miliar, US$ 4,9 miliar, dan US$ 3,7 miliar.

Batam Great Sale 2019 Disambut Antusias, Tenant Targetkan Kenaikan Penjualan 100 Persen

Marc Marquez Kecelakaan Hebat pada Hari Pertama MotoGP Thailand: 5 Detik Saya Tak Bisa Bernafas

Ace Hardware Promo Produk Pelengkap Berkendara, Kursi Pijat Cuma Rp 2 Jutaan

Kata Sri Mulyani, industri hulu TPT kapasitas produksi dan investasi meningkat namun serap industri antara atau barang setengah jadi  di dalam negeri kurang. Sehingga pasar untuk industri hulu TPT adalah pasar ekspor.

Di sisi lain, pada industri antara terjadi penurunan kapasitas produksi yang antara lain disebabkan oleh kesulitan lingkungan dan mesin produksi yang sudah tua.  

Hal ini kemudian berimbas untuk industri hilir yang kesulitan mendapat bahan baku asal dalam negeri membutuhkan pasokan, padahal utilisasi produksi industri hilir baru 56%.  

Sementara itu, untuk TPT hulu benang dan kain dilakukan pengawasan dan survey dengan kuota impor dan laporan surveyor.

Namun, TPT hilir yang terdiri dari garmen atau pakaian jadi hanya mensyaratkan laporan surveyor dan tempat masuknya barang lewat pelabuhan sesuai.

“Perlakuan pengawasan tata niaga impor hulu dan hilir perlu kajian yang lebih komprehensif,” kata Menkeu.

Pada kesempatan ini pula, Sri Mulyani berdiskusi dengan Asosiasi PLB serta Asosiasi Logistik Indonesia. Dari diskusinya, ia membantah kalau melimpahnya barang impor tekstil akibat PLB. 

Ia menegaskan, sistem yang diterapkan oleh PLB sangat ketat. Bahkan barang impor dari pelabuhan di bawa ke PLB dengan truk khusus yang sudah dilengkapi GPS. 

Oleh karena itu barang impor yang masuk ke PLB bisa dicek dan diperiksa secara detail oleh Bea Cukai. Termasuk terkait perizinannya.

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved