Batam Terkini

Batam Butuh 60 Sekolah SD dan SMP Tambahan, Enam Sekolah Terpaksa Menumpang Belajar

Saat ini, Batam masih membutuhkan 60 sekolah tingkat dasar baik SD maupun SMP tambahan untuk menampung siswa yang butuh pendidikan dasar.

Batam Butuh 60 Sekolah SD dan SMP Tambahan, Enam Sekolah Terpaksa Menumpang Belajar
TRIBUNBATAM.ID/IAN SITANGGANG
Suasana hari pertama siswa SDN 001 Sagulung di hari masuk sekolah pertama tahun ajaran baru 2019/2020 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Berdasarkan hasil pendataan Dinas Pendidikan Kota Batam, saat ini di wilayah pulau utama (mainland) Batam masih butuh tambahan 60 sekolah tingkat dasar, baik SD maupun SMP. 

“Ada sekitar 60-an kebutuhan sekolah tambahan, SD dan SMP. Itu untuk mainland saja. Kalau hinterland (pulau penyangga), saya rasa tak ada masalah,” kata Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan di Batam Centre, Jumat (4/10/2019).

Menurutnya hampir tiap kecamatan di mainland membutuhkan sekolah tambahan.

Contohnya, di Kecamatan Batam Kota yang membutuhkan tambahan sekolah di wilayah Kelurahan Belian.

“Kita sudah petakan sampai tingkat kelurahan. Rata-rata tiap kecamatan ada. Seperti di Batamkota, kita butuh tambahan di Belian. Karena di SMPN 42 itu kan membludak. Artinya kita harus buat di daerah situ,” papar Hendri.

Ia mengatakan, saat ini masih ada enam sekolah yang menumpang belajar di sekolah lain.

 Gedung Sekolah Intelijen Batam Mangkrak, Sore Penuh Remaja Nongkrong, Malam Hantu Bergentayangan

Yaitu SMPN 58, 59, 60, 61, 62, dan 63. Satu di antaranya, SMPN 58, tengah dalam proses pembangunan gedung sekolah.

“SMPN 58 dibangun tahun ini, di daerah Bagan (Kecamatan Seibeduk). SMPN 59 masuk dalam pengusulan untuk dibangun 2020 nanti,” ujarnya.

Hendri menjelaskan, pada tahun ajaran 2019/2020 ini Dinas Pendidikan atas kebijakan Walikota Batam telah membuka empat sekolah baru.

Yaitu SMPN 60 dan 61 di Kecamatan Sagulung, SMPN 62 di Kecamatan Bengkong, dan SMPN 63 di Kecamatan Nongsa.

“Semua sekolah yang dibuka tahun ini pembangunan sekolahnya sudah kita usulkan untuk tahun depan. Insya Allah dokumen lengkap, anggaran ada, bisa kita bangun,” tuturnya.

Ia menjelaskan, syarat untuk pembangunan ini antara lain harus tercantum dalam rencana kerja pembangunan daerah (RKPD). Dan harus masuk dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).

“Pembukaan sekolah baru itu kan kebijakan Walikota saat banyak siswa tak tertampung di Juli lalu. Kalau ternyata tidak tercatat dalam musrenbang, akan kita usulkan nota dinas ke pimpinan,” ujar Hendri. (media centre batam)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved