Di Lokasi Karhutla Harta Karun Kerajaan Sriwijaya Bermunculan, Gali Satu Meter Temukan Emas Batangan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, membuat berbagai macam benda peninggalan bahkan emas yang berasal dari Kerajaan Sriwijaya.

Di Lokasi Karhutla Harta Karun Kerajaan Sriwijaya Bermunculan, Gali Satu Meter Temukan Emas Batangan
kompas.com
Harta Karun Sriwijaya Sisa Karhutla 

TRIBUNBATAM.id - Selain menyebabkan darurat asap, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di  Sumatera Selatan, membuat berbagai macam benda peninggalan bahkan emas yang diduga berasal dari Kerajaan Sriwijaya.

Munculnya harta karun tersebut akhirnya membuat warga berbondong-bondong untuk melakukan penggalian secara ilegal, mencari barang berharga lainnya tertutama yang terbuat dari emas.

Hanya menggali dengan kedalaman sekitar 1 meter, warga sudah bisa menemukan perhiasan berupa cincin yang mengandung emas di lokasi tersebut.

Arkelog dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan Retno Purwanti mengatakan, fenomena perburuan harta karun tersebut telah berlangsung sejak kurun waktu satu bulan terakhir.

Berbagai macam benda bersejarah yang selama ini terpendam di dalam lahan gambut muncul ke permukaan karena lokasi tersebut terbakar.  

Lahan gambut pun menjadi tolak ukur peristiwa sejarah yang bisa dirangkai untuk mencari tahu jejak kerajaan Sriwijaya.

Semakin dalam gambut maka akan semakin lama pula nilai sejarah benda atau perhiasan yang ditemukan.

"Semua perhiasan yang ditemukan warga tersebut berada di dalam gambut. Artinya kemungkinan itu peninggalan dari Sriwijaya, tapi perlu penelitian. Tapi masalahnya, barang tersebut telah banyak dijual warga sehingga menyulitkan kita," kata Retno, Jumat (4/10/2019).

SEDERET FAKTA Kerajaan Sriwijaya yang Heboh Karena Disebut Fiktif, Harta Karun Hingga Arkeologi

10 Tahun Bertani, Susno Duadji Temukan Harta Karun di Kebunnya, Betulkah Sisa Pertirtaan Kuno?

Tampak Berpendar dari Jakarta, Di Manakah Tersimpan Harta Karun VOC di Gunung Salak?

Kode Rahasia, Harta Karun Rp 400 Triliun Kekaisaran Rusia Terbongkar. Ada Apa Dengan Angka 4?

Gambut di OKI telah berusia 3.000 tahun

Balai Arkeologi Sumatera Selatan sempat meneliti usia gambut di Kecamatan Air Sugihan, OKI.

Hasil penelitian menunjukkan, lahan gambut di sana telah berusia sekitar 3.000 tahun dan merupakan masa Kerajaan Sriwijaya.

Halaman
1234
Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved