John Lie, Prajurit TNI Keturunan Tionghoa, Jago Selundupkan Senjata, Berjuluk 'Hantu Selat Malaka'

Daniel Dharma alias John Lie, prajurit keturunan Tionghoa dijuluki "Hantu Selat Malaka".

John Lie, Prajurit TNI Keturunan Tionghoa, Jago Selundupkan Senjata, Berjuluk 'Hantu Selat Malaka'
(Dispenal TNI AL/istimewa)
Laksamana Muda TNI Jahja Daniel Dharma atau yang dikenal John Lie. Ia adalah pejuang keturunan Tionghoa yang dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional dan Bintang Mahaputera Adipradana oleh pemerintah Indonesia. 

TRIBUNBATAM.id - Kisah Daniel Dharma alias John Lie patut diketahui berkaitan dengan HUT ke-74 Tentara Nasional Indonesia (TNI).

John Lie merupakan prajurit keturunan Tionghoa yang ulung sebagai penyelundup di laut.

Namanya Jahja Daniel Dharma alias John Lie. Keahliannya menyelundupkan senjata saat masa awal kemerdekaan NKRI membuat John Lie dijuluki "Hantu Selat Malaka".

Bergabung dengan ALRI

Perjalanan John Lie dimulai pada Februari 1946.

Kala itu, ia dan teman-teman pelautnya asal Indonesia yang bekerja di maskapai pelayaran KPM (Koninlijk Paketvaart Maatschapij) pulang ke Indonesia setelah kekalahan Jepang akibat pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada 6 dan 9 Agustus 1945.

John Lie singgah di Singapura selama 10 hari.

Ia memanfaatkan waktu tersebut untuk mempelajari sistem pembersihan ranjau laut dari Royal Navy di Pelabuhan Singapura.

John Lie juga menyegarkan ingatannya soal taktik perang laut dan peranan kapal logistik.

Semua itu John Lie lakukan demi bisa bergabung bersama laskar perjuangan mengusir penjajah.

Halaman
1234
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved