Kabinet Jokowi 2019-2024, Menteri Susi 'Pamitan' saat Penenggelaman Kapal: Barangkali ini Terakhir

Kabinet Jokowi 2019-2024, Menteri Susi 'Pamitan' saat Penenggelaman Kapal: Barangkali ini Terakhir

Kabinet Jokowi 2019-2024, Menteri Susi 'Pamitan' saat Penenggelaman Kapal: Barangkali ini Terakhir
Instagram @susipudjiastuti115
Kabinet Jokowi 2019-2024, Menteri Susi 'Pamitan' saat Penenggelaman Kapal: Barangkali ini Terakhir 


TRIBUNBATAM.id, MEMPAWAH
 - Menteri Kelautan dan Perikatanan Susi Pudjiastuti seolah menungkap kata perpisahan usai dirinya menenggelamkan kapal di perairan Tanjung Datuk, Mempawah, Kalimantan Barat, Minggu (6/10/2019).

Susi Pudjiastuti datang ke Mempawah, Minggu (6/10/2019) untuk menyaksikan langsung proses penenggelaman delapan kapal ilegal yang mencuri ikan di laut nusantara.

Proses penenggalaman kapal tersebut diungkap Susi Pudjiastuti menjadi yang terakhir di masa jabatannya sebagai menteri pada kabinet Pemerintahan Presiden Jokowi.

"Untuk saya, barangkali kabinet pemerintahan ini selesai, maka ini adalah penenggelaman kapal yang terakhir. Besok (Senin) akan kita lakukan penenggelaman kapal juga di Natuna," kata Susi Pudjiastuti.

VIRAL Suami Pergoki Istri Bersama Pria Lain di Dalam Rumah, Beralasan Numpang Salat

Terasa Hingga Pangandaran, Gempa 4,8 SR Guncang Tasikmalaya Senin (7/10) Dinihari, Ini Kata BMKG

Kasus Foto Syur Pegawai Bank di Jambi, Ternyata Ini Alasan Pelaku Nekat Sebar Foto Mantan

Hasil Liga Spanyol 2019 - Barcelona Pesta Gol ke Gawang Sevilla, Messi & Suarez Cetak Gol

Menteri Susi mengungkapkan hal tersebut kepada awak media seusai melakukan penenggelaman kapal di perairan Tanjung Datu Kabupaten Mempawah.

Dalam kegiatan tersebut, KKP menenggelamkan sebanyak 21 kapal.

Tiga di antaranya sudah ditenggelamkan di Kabupaten Sambas, karena kondisinya tidak bisa memungkinkan lagi untuk ditarik.

Di Natuna, pihak KKP akan menenggelamkan sebanyak 9 kapal, 6 di Batam, dan 6 di Belawan dengan total seluruhnya ada 42 kapal.

Masih ada yang kasasi namun ia berharap kasasi tersebut ditolak, karena sudah jelas ilegal fhising.

"Sudah jelas ilegal fishing kok diterima jadi kita minta itu ditolak kasasinya, supaya nanti bisa di musnahkan juga. Jadi kita konsisten, ada satgas di dalamnya, ada angkatan laut, Polair, KKP, dan Bakamla untuk terus menjaga kedaulatan dan menangkap kapal kapal ilegal," kata Susi.

Halaman
123
Editor: Danang Setiawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved