BATAM TERKINI

Tarif Listrik Industri Beratkan Investor, Jika Diturunkan PLN Merugi, Apa Solusinya? Ini Kata Rudi

Tarif listrik industri belakangan dikeluhkan para pengusaha karena memberatkan para pengusaha. Lantas apa solusi dari Rudi?

Tarif Listrik Industri Beratkan Investor, Jika Diturunkan PLN Merugi, Apa Solusinya? Ini Kata Rudi
wahyu
Kepala BP batam Rudi 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Wali Kota yang juga Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi mengaku belum menemukan solusi untuk keluhan investor terkait dengan tarif listrik yang dinilai mahal.

Jika tarif untuk industri itu diturunkan, maka berdampak pada kemampuan PLN.

Pihaknya akan memanggil investor yang akan menjalankan produksi di Batam.

Rencananya, mereka melakukan diskusi untuk mencari solusi, sehingga investor tetap menjalankan usahanya di Batam.

"Nanti akan ketemu dengan pihak perusahaan. Solusi yang ditawarkan, tarif 10 jam (operasi) seribu sekian. Kalau 14 jam ke atas, jadi sekian. Belum jelas ini," kata Rudi.

Sementara itu, jika PLN ini diturunkan, mereka tak dapat subsidi. Permasalahan ini muncul setelah Rudi mengungkapkan keluhan investor yang membuka usaha pengelolaan besi atas tarif listrik.

"Kalau byar pet, siapa yang bertanggung jawab," ujarnya.

Pengusaha Ngadu Soal Listrik, Kepala BP Batam: Jika PLN Tak Siap, Kita Cari yang Lain

Perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan logam atau besi, mengadu jika tarif yang akan dikenakan hampir dua kali dari tarif normal. Jika ingin tarif normal, maka penggunaan listrik dilakukan hanya malam hari.

Sebelumnya, Rudi mengatakan investor itu ditawarkan, jika ingin menggunakan listrik dengan tarif murah, maka malam hari. Jadi mereka diminta bekerja malam.

"Kalau bekerja tengah malam, dikasih harga murah. Kalau bekerja siang, mahal," kata Rudi.

Disebutkan, laporan yang diterima, harga normal sekitar seribuan, akan dikenakan tarif baru yang dinilai mahal. Tarifnya sekitar 1.800-an.

"Jadi ada klasifikasi khusus. Yang umum hanya seribu sekian, kalau yang khusus 1.800-an, artinya itu mengganggu investasi," katanya.

Rudi mengaku bingung dengan regulasi dari PLN itu. Namun dinilai, kondisi itu bisa terjadi karena listrik yang tersedia tidak cukup.

Oleh sebab itu, Rudi berencana untuk mencari pihak ketiga untuk menyediakan listrik bagi investor.

Namun secara pasti, keputusan akan diambil setelah pertemuan dengan PLN Batam.

"Kalau PLN tidak cukup listrik, saya bisa mencari orang yang bisa menyediakan listrik. Kan tidak harus ke PLN. Kita bisa mencari orang, tapi karena ini perusahaan negara, ini kita utamakan. Tapi kalau tidak siap, kita cari yang lain," tegas Rudi. (tribunbatam.id/roma uly sianturi)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved