UMKM Masyarakat Tanjung Gundap Berdayakan Ibu Rumah Tangga, Jualan Snack Bantu Ekonomi Keluarga

UMKM yang berada di Tanjung Gundap, Kota Batam adalah unit usaha yang sudah memetik hasil dari usaha yang dirintis sejak tahun 2017 tersebut.

UMKM Masyarakat Tanjung Gundap Berdayakan Ibu Rumah Tangga, Jualan Snack Bantu Ekonomi Keluarga
tribunbatam.id/Nabela Hastin Pinaskesti
Para pelaku UMKM Snack Tanjung di Tanjung Gundap bersama dengan produk-produknya. 

TRIBUNBATAM.id - Banyak cara untuk meningkatkan ekonomi sekaligus kualitas hidup masyarakat, salah satunya melalui pembentukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

UMKM yang berada di Tanjung Gundap, Kota Batam adalah unit usaha yang bisa dikatakan sudah memetik hasil dari usaha yang dirintis sejak tahun 2017 tersebut.
Salah satu pembina dalam pembentukan UMKM di Tanjung Gundap adalah Perusahaan Gas Negara (PGN) melalui program Bina Desa.

Selain memberikan pelatihan kepada para ibu rumah tangga di Tanjung Gundap, PGN yang menggandeng Kelompok Perempuan Kreatif Mandiri (KPKM) juga memberikan modal dan peralatan usaha.

“PGN telah melakukan kegiatan pembinaan masyarakat kepada warga Tanjung Gundap dan sekitarnya dengan memberikan pelatihan kewirausahaan sekaligus pengawasan kepada peserta pelatihan,” ujar Sales Area Head PT. PGN Batam, Wendi Purnomo beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan tujuan dari pembinaan masyarakat tersebut adalah agar kaum ibu-ibu bisa berperan membantu ekonomi keluarga yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan tradisional.

“Mereka terkadang melaut ada kendala kondisi cuaca buruk. Dengan adanya kreativitas ibu-ibu ini mengolah hasil laut menjadi kerupuk dan hasil tanaman yang ada dilingkungan sekitar mereka dalam bentuk makanan ringan, diharapkan bisa dipasarkan di sekitar Kota Batam,” ucapnya.

Wakil Ketua Koperasi Pengusaha Kecil Menengah (KPKM) Tanjung Gundap mengatakan dirinya bersama ibu-ibu yang tergabung dalam UMKM mengatakan hasil yang diterima oleh mereka sudah dirasa cukup.

Sabaria menuturkan sebelum dibentuk UMKM, para ibu-ibu dari total 377 jiwa di Tanjung Gundap tersebut memang sudah mulai mengolah hasil laut ataupun tanaman berupa ubi didaerah tersebut untuk dijual.

“Dulu sebelum ada bantuan, 10 kilogram itu bisa menghabiskan waktu 3 sampai 4 jam, semenjak adanya bantuan kami bisa mengolah ubi dengan jumlah yang sama dalam waktu setengah jam saja,” tuturnya, Senin (7/10).

Warga Tanjung Gundap memasarkan produk olahannya dengan nama UMKM Snack Tanjung.  Ada beberapa produk yang ditawarkan seperti keripik ubi, keripik ubi pedas, hingga kerupuk ikan.

Para pelaku UMKM Snack Tanjung tersebut memasarkan produknya dengan ukuran mulai dari 100 gram hingga 1 kilogram dengan harga yang beragam.

“Misalnya saja untuk kerupuk ikan ukuran 1 kilogram kita jual dengan harga Rp 70 ribu, tapi kalau beli seperempat kilogram harganya jadi Rp 20 ribu,” sebut Sabaria.
Selama ini, para pelaku UMKM Snack Tanjung ujar Sabaria memasarkam hasil produknya ke daerah di sekitar Tanjung Gundap.

“Harapannya, semoga usaha kami bisa terus mengembangkan produk-produk seperti meningkatkan variasi produk serta mampu memasarkan ke skala yang lebih luas,” tutupnya. (*)

Penulis: Nabella Hastin Pinakesti
Editor: Rimna Sari Bangun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved