ANAMBAS TERKINI

Wilayah Kepulauan Anambas Mulai Masuk Musim Angin Utara, Begini Kondisi Stok Sembako Terkini

Saat ini, Kabupaten Kepulauan Anambas sudah memasuki musim angin utara, bagaimana stok sembako di kabupaten tersebut?

Wilayah Kepulauan Anambas Mulai Masuk Musim Angin Utara, Begini Kondisi Stok Sembako Terkini
TRIBUNBATAM.ID/RAHMA TIKA
Kapal angkut barang yang mengangkut sembako dari Tanjungpinang tiba dan berlabuh di pelantar Wisma Juliani, Rabu siang (18/9/2019). 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Memasuki musim utara ini bahan pokok sembako di Kabupaten Kepulauan Anambas diinformasikan masih aman dan stabil.

Sebab di toko-toko distributor penjual bahan pokok sembako tidak ada mengalami kendala hingga kini.

Kepala Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro Perdagangan Dan Perindustrian, Usman, mengakui saat ini sembako masih stabil dan tidak ada masalah.

"Alhamdulillah, kemarin dari Disperindag sudah turun ke lapangan, untuk bahan sembako masih aman hingga kini, kita berharap untuk ke depannya tetap aman, mengingat cuaca yang tidak tentu ini kita juga tidak bisa apa-apa, kadang gelombang tinggi, angin kencang, itu sebenarnya kendala makanan di sini," ungkap Usman kepada tribunbatam.id Senin (07/10/2019).

Ia juga mengatakan saat ini persoalan cuaca yang harus diantisipasi para pedagang untuk memperoleh bahan sembako.

VIRAL - Air Terjun Temburun Anambas Mendadak Meluap

Untuk bahan makanan yang tahan lama, usman menyebutkan di tahun sebelumnya tidak ada kekurangan sedikit pun, hanya saja jika makanan yang cepat busuk seperi sayur dan buah-buahan kadang sulit juga di atasi.

"Transportasi sayur ini kan menggunakan kapal kargo dari Tanjungpinang, biasanya pakai kapal ferry, kalau kuat gelombang kadang mereka tidak jalan, makanya kalau bahan makanan yang cepat busuk ini suka putus," ujar Usman.

Biasanya pedagang yang menjual bahan pokok memesan barang melalui Kapal Tol Laut, Kapal Tol Laut ini walaupun gelombang tinggi dan angin kencang biasanya selalu berlayar sehingga stok makanan tidak terhenti.

"Kapal Tol Laut ini cuma bisa bawa barang yang tahan lama saja, seperti beras, gula, minyak, tepung, kalau telur jarang yang bawa, pernah waktu itu mereka bawa, sampai sini pecah, karena perjalanannya kan cukup jauh ya, jadi telur lebih banyak dipesan lewat Tanjungpinang," kata Usman. (tribunbatam.id/Rahma Tika)

Penulis: Rahma Tika
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved