KEPRI TERKINI

3 Tersangka Sudah Ditahan, Polda Kepri iKirim SPDP Tahap I Kasus Dugaan Korupsi Monumen Bahasa

Penyidik Polda Kepri mengirim surat perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) tahap I terkait kasus korupsi monumen bahasa di Pulau Penyengat.

3 Tersangka Sudah Ditahan, Polda Kepri iKirim SPDP Tahap I Kasus Dugaan Korupsi Monumen Bahasa
Tribun Batam/Wahib Wafa
Monumnen Bahasa yang mangkrak di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, setelah gagal dibangun tiga tahun lalu. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Penyidik Polda Kepri mengirim surat perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) tahap I terkait kasus korupsi monumen bahasa di Pulau Penyengat.

Sebagaimana diketahui, Monumen ini mangkrak bagaikan rumah tidak bertuan.

Dengan kejadian ini, tiga tersangka dalang otak dugaan korupsi yang menelan anggaran milliaran rupiah itu akhirnya ditahan.

“Sudah ditahan, tiga nama yakni Arifin Nasir, mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kepri, Direktur PT Sumber Tenaga Baru, Yunus dan Muhammad Yasir selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA),” ujar Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga kepada Tribun, Rabu (9/10).

Dikatakan Erlangga bahwa Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP) sudah diserahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri.

“SPDP sudah masuk tahap 1,berkas akan segera kita kirimkan,” ucapnya.

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Monumen Bahasa di Tanjungpinang, Siapa Saja?

Sementara Dirkrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Rustam Mansur mengatakan untuk kasus dugaan korupsi monumen bahasa masih dalam pengembangan.

“Sudah kita amankan semua. Nanti kita masih kembangkan kemungkinan akan ada tersangka baru,” ungkapnya.

Sementara Kasipenkum Kejati Kepri, Ali Rahim Hasibuan saat dihubungi, Rabu (9/10) mengatakan penyidikan untuk 3 tersangka dalam SPDP yang diterima telah berjalan.

“SPDP yang kedua sudah kita terima sebagai tersangka. Mereka dijerat pasal 2 dan pasal 3 undang-undang tindak pidana korupsi dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun,” ungkap Ali menerangkan. (tribunbatam.id/beres lumbantobing)

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved