HKI Pastikan Optimis Perbaikan Regulasi Akan Berdampak Positif Bagi Investasi

Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri menilai, sudah saatnya Indonesia bangkit dan menawarkan insentif yang lebih menarik kepada investor asing.

HKI Pastikan Optimis Perbaikan Regulasi Akan Berdampak Positif Bagi Investasi
TRIBUNBATAM.id/ARGIANTO DA NUGRAHA
Suasana Kawasan Wisata Welcome to Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri menilai, sudah saatnya Indonesia bangkit dan menawarkan insentif yang lebih menarik kepada investor asing. Jangan hanya menjadi penonton.

Seperti diketahui, negara-negara pesaing Indonesia, seperti Malaysia, Vietnam dan Thailand saat ini juga menawarkan insentif yang sangat menarik kepada calon investornya.

"Seperti di Malaysia, baru-baru ini merilis tax insentif untuk perusahaan baru dengan tarif sampai dengan 5 persen selama 10 tahun," kata Wakil Ketua Koordinator HKI Kepri, Tjaw Hioeng.

Penusuk Wiranto Dibawa ke Mabes Polri, Ditangani Densus 88 Antiteror, Polisi Bantah Kecolongan

24 Tahun Kelola Air Bersih di Batam, PT ATB Punya Aset Hingga Rp 1 Triliun

Sementara Thailand, meluncurkan paket relokasi yang dikenal dengan Thailand Plus. Mereka menerapkan skema pengurangan pajak penghasilan sampai 50 persen dan hibah untuk peningkatan tenaga kerja.

Begitupun Vietnam, mereka memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan dalam berusaha kepada calon investornya.

Menurut Ayung, dengan kebijakan itu tak heran 26 relokasi dari China masuk ke Vietnam. Padahal negara-negara tersebut sudah mendapat limpahan akibat perang dagang Amerika dan China.

296 PNS di Pemkab Karimun Diambil Sumpah Jabatan, Sebagian Guru Akan Ditempatkan di Pulau Terluar

Pawai Budaya HUT Ke-20 Kabupaten Karimun, Peserta Tampilkan Berbagai Pakain Adat

"Tapi mereka tidak henti-hentinya memanjakan investor dengan skema yang sangat menarik," ujarnya.

Menurutnya, selain dari insentif perpajakan, Indonesia, khususnya Batam juga harus mampu mendatangkan perusahaan Global Supply Chain di Batam.

Apalagi kebanyakan bahan baku PMA di Batam didatangkan dari China.

Tujuannya, supaya harganya lebih kompetitif. Lantaran biaya logistik dari Batam ke Singapura terbilang cukup mahal.

"Kita optimis perbaikan demi perbaikan regulasi yang terus dilakukan Pemerintah akan mendatangkan hasil yang positif," kata Ayung. (tribunbatam.id/dewiharyati/wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved