Najwa Shihab Perang Dengan Gerindra Lewat Komen Instagram,Perdebatannya Lebih Sengit Dari Mata Najwa

Perdebatan Najwa Shihab dan Partai Gerindra di insatgram, menjadi soortan publik. Dukung Najwa dengan hastag 'Mba Nana;.

Najwa Shihab Perang Dengan Gerindra Lewat Komen Instagram,Perdebatannya Lebih Sengit Dari Mata Najwa
Instagram/@najwashihab
Najwa Shihab 

Apalagi parlemen didominasi oleh partai pendukung pemerintah.

“Presiden meminta DPR untuk melakukan revisi UU KPK, RUU KPK dirancang dan keluarlah ANPRES dari Presiden dan dibahaslah RUU ini. Berjalannya waktu, Fraksi Gerindra dan PKS jelas menyatakan penolakan, tapi 8 fraksi lain menyetujui dan akhirnya disahkan dengan catatan-catatan yang telah fraksi ini berikan. Salam Indonesia Raya,” ketik @gerindra.

Uniknya, kalah suara yang disebutkan Gerindra justru terdengar sangat aneh menurut Najwa Shihab.

Apalagi baru diketahui kalau Fraksi Gerindra selama ini memang tak pernah menolak keseluruhan RUU KPK, melainkan setuju dengan catatan, yang sebenarnya nggak siginfikan-signifikan amat.

Tiap Agen Dilengkapi Mesin EDC, Kini 30 Persen Pulau di Kepri Miliki Agen Laku Pandai

"Fraksi Gerindra bukan menolak, tapi menyetujui Revisi UU KPK dengan catatan. Gerindra tidak setuju Dewan Pengawas KPK ditunjuk Presiden, bukan tidak setuju soal Dewan Pengawas/ Hnaya stau itu saja. Kewenangan Dewas memberikan izin penyadapan juga tidak dipersoalkan oleh fraksi anda yang membaca sikap ini di sidang paripurna. Sila tonton juga @matanajwa eps KPK, ada kader anda Supratman, Ketua Bales yang juga menyampaikan hal ini. Alasan terpaksa sepakat karena kalah suara menjadi aneh kalau memang menolak maka sikap fraksi seharusnya jelas seperti saat Fraksi Gerindra menolak dan walkout hingga kalah voting pada sata pengesahan UU Pemilu. Salam Narasi TV."

Gerindra tanggapi najwa
Gerindra tanggapi najwa (instagram / @gerindra)

Tak tinggal diam, akun @gerindra kembali menjawab tanggapan Najwa Shihab.

"Partai Gerindra selalu mendengarkan dan memperjuangkan aspirasi publik tidak terkecuali publik yang bukan pemilih atau tidak memilih partai Gerindra, termasuk aspirasi Mba @najwashihab. Apakah Mba juga pernah menyampaikan aspirasi dan kekecewana Mba tersebut kepada partai, legislatif, dan pemimpin yang menjadi pilihan Mba pada pemilu yang lalu? Untuk berjuang di Parlemen membutuhkan suara (kursi) yang besar, pada periode lalu Partai Gerindra mempunyai 73 kursi dan saat ini naik menjadi 78 kursi. "

Selama ini Partai Gerindra memang seolah-olah memosisikan diri sebagai fraksi yang menolak UU KPK.

Seperti pada 13 September 2019 silam, Wakil Ketum Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad pernah akan mempertimbangkan untuk menolak RUU (saat itu masih RUU) KPK.

“Gerindra sedang mengkaji dan mempertimbangkan dengan serius untuk menolak revisi UU KPK,” kata Dasco bulan lalu.

Namun pada praktiknya, Gerindra ternyata juga sama saja dengan partai yang lain. Hanya saja mereka memberi catatan soal persetujuannya.

Terutama soal penetapan Dewan Pengawas yang baiknya tidak diserahkan ke Presiden semuanya.

Nomor Diblokir, Raffi Ahmad Sedih hingga Ungkap Kata Laudya Cynthia Bella: Cari Duit Gitu Banget

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved