Kapal Kayu Butuh waktu 30 Jam Untuk Antarkan Sembako ke Tarempa, Begini Keluh Kesah Mereka

Pemandangan di Pelabuhan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas siang ini disibukkan dengan kedatangan Kapal Kargo yang mengangkut ba

Kapal Kayu Butuh waktu 30 Jam Untuk Antarkan Sembako ke Tarempa, Begini Keluh Kesah Mereka
TRIBUNBATAM.ID/RAHMA TIKA
Kapal kayu yang membawa sembako dari Tanjungpinang tiba di Pelabuhan Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas setelah 30 jam perjalanan. 

Butuh Waktu 30 Jam, Kebutuhan Sembako Sampai Di Tarempa

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Pemandangan di Pelabuhan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas siang ini disibukkan dengan kedatangan Kapal Kargo yang mengangkut bahan bangunan seperti batu bata, semen, dan beberapa bahan sembako lainnya.

Selain Kapal Kargo, ada juga kapal kayu yang baru tiba di Pelabuhan Tarempa.

Salah seorang buruh bongkar muat Pandi, sedang memindahkan sayuran dari kapal dan meletakkan di pelataran pelabuhan.

Maju ke Pilbub Karimun, Anwar Serahkan Formulir Pendaftaran ke PDI Perjuangan

BNN Batam Gelar Tes Urin Pegawai Lapas dan Rutan di Batam, Ini Alasannya

Tak Mau Bayar Kelebihan Bagasi Pesawat, Wanita Ini Kenakan Pakaian Berlapis-lapis

Pandi yang sudah bekerja dari usia 8 tahun menjadi buruh bongkar muat, mengatakan kapal kayu yang membawa kebutuhan makanan biasanya datang 3 kali dalam sebulan.

"Langsung dari Tanjungpinang sayuran ni, kalau kapal ni punya pak Muslim, saya cuma buruh aja di sini yang keluarkan barang, nanti baru diantar ke toke," kata Pandi kepada tribunbatan.id, Jumat (11/10/2019).

Kapal kayu yang membawa kebutuhan makanan ke Kepulauan Anambas membutuhkan waktu selama 30 jam perjalanan laut.

Untuk sampai di Tarempa saja begitu banyak resiko yang harus dihadapi.

Mulai dari angin kencang, gelombang tinggi, dan hujan. 

Pandi yang kesehariannya menjalani profesi sebagai buruh bongkar muat menyebutkan, pada bulan Desember saat sudah masuk musim utara, kapal kayu yang mengangkut kebutuhan sembako tetap berlayar.

"Kecuali tidak dapat izin dari syahbandar baru tidak dapat berlayar, tapi kalau saat ini belum terlalu kencang lah anginnya," kata Pandi.

Selain Pandi, ada lagi buruh bongkar muat yaitu Sataria, menyebutkan Kapal Kargo yang datang ke Pelabuhan Tarempa hanya datang sekali sebulan dari Jakarta.

Ketika ditanyai berap upah yang mereka peroleh dari mengangkut bahan semabako, Sataria mengungkapkan tergantung muatan.

"kalau bawang kan satu sak itu ada 5 karung kecil, untuk upah tergantung dari berat sama banyaknya, paling kalau satu karung kecil tiga ribu sampai lima ribu kita dapat upah," ungkap Sataria.

Tak hanya sayuran saja yang dibawa dari Tanjungpinang, elektronik seperti mesin cuci, sepeda, dan kebutuhan rumah tangga lainnya, dipasok dari Tanjungpinang semua. (tribunbatam.id/Rahma Tika)

Penulis: Rahma Tika
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved