Pajang Foto Candid Dirinya dan Warianto, Jerinx, 'Lekas sembuh bro', Lalu Muncul Komentar Ini
Jerinx menuliskan doa agar Wiranto segera sembuh dari luka tusuk pada perut bagian kirinya akibat serangan tersebut.
Pajang Foto Candid Dirinya dan Warianto, Jerinx, 'Lekas sembuh bro', Lalu Muncul Komentar Ini
TRIBUNBATAM.id - Drummer grup band Superman is Dead (SID), I Gede Ari Astina alias Jerinx, turut berkomentar perihal Menko Polhukam Wiranto yang ditusuk orang tak dikenal.
"Lekas sembuh bro," tulis Jerinx di akun Instagram-nya, @jrxsid, seperti dikutip Kompas.com, Kamis (10/10/2019).
Ia juga memajang fotonya tengah duduk di sofa cokelat yang tak jauh dari Wiranto.
Tampak dalam foto Wiranto yang mengenakan kemeja putih berada di ujung sofa sambil menunduk.
Unggahan Jerinx itu kemudian dibanjiri komentar warganet alias netizen.
Salah satunya mempertanyakan ucapan Jerinx tersebut.
"Doakan agar lekas sembuh supaya blio bisa mempertanggungjawabkan apapun dosa politiknya nanti," tulis Jerinx lagi di kolom komentar.
Diberitakan sebelumnya, polisi mengamankan dua orang yang terdiri laki-laki dan perempuan yang diduga terlibat aksi penusukan terhadap Wiranto.
Atas peristiwa ini, Wiranto mengalami dua luka tusuk pada bagian perut.
Saat ini, Wiranto mendapat penanganan di RSUD Berkah, Pandeglang, Banten, dan akan segera dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
Pelaku Penusukan Wiranto
Dua pelaku penusukan Menkopolhukam Wiranto yang merupakan suami istri tinggal di Kampung Sawah, RT 04 RW 01, Desa Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Dalam keseharian, warga setempat melihat kejanggalan tingkah laku pasangan suami istri yang jadi pelaku penusukan Menkopulhukam Wiranto itu.
"Ya, memang jualan pulsa, tapi tapi enggak pernah itu gabung-gabung. Saya juga sampai enggak tahu namanya, kita sempat curiga sih, tapi hati-hati takut timbul fitnah," kata Nita kepada wartawan di Kampung Sawah, Kamis (10/10/2019).
Dia juga mengatakan tidak pernah melihat pelaku pria ke masjid. Bahkan saat Jumat pun, kata dia, tidak shalat di masjid Kampung Sawah.
"Kalau yang lain jumatan di sini, dia malah jalan kaki, enggak tahu ke mana," kata dia.
Sementara warga lain, Sheny, mengatakan pernah mendengar cerita dari anak kedua pelaku yang mengaku ibunya tidak memiliki peralatan salat di kontrakannya seperti mukena dan sajadah.
Sheny juga mengaku pernah sekali masuk ke rumah kontrakan pelaku saat hendak membeli pulsa.
Saat itu, dia mengatakan, menjumpai pistol
"Saya lihat ada pistol, kata anaknya yang umur 13 tahun itu punya Abi (pelaku pria)," kata dia.
Ketua RT setempat, Mulyadi, mengatakan, keduanya tinggal di sebuah kontrakan petak yang disewa sejak Februari 2019.
"Mulai ngontrak kira-kira Februari, sudah sekitar 7 bulan lah, pertama masuk dia yang laki - laki bernama Syahril Alamsyah sama anaknya perempuan umur sekitar 13 tahun," kata Mulyadi kepada Kompas.com di Kampung Sawah, Desa Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Kamis (10/10/2019).
Kepada Mulyadi, Syahril mengaku berbisnis online berbagai macam barang, mulai dari madu, pakaian anak-anak, pulsa dan travel.
Saat pertama masuk ke kontrakan di Kampung Sawah, kata Mulyadi, Syahril tidak membawa istri.
Namun tiga bulan lalu, sekitar bulan Agustus, dia meminta izin akan menikah di Bogor.
"Dia minta izin menikah di Bogor, pas balik lagi ke sini sudah bawa istri, bercadar, sekitar 19-20 tahunan," kata Mulyadi.
Mulyadi mengaku tidak menaruh curiga apa pun terhadap keluarga Syahril.
Sebagai ketua RT, dia hanya menjalankan tugasnya seperti menanyakan identitas dan pekerjaan sehari-hari.
"Mangkanya saya kaget pas tahu mereka pelakunya, enggak nyangka," kata dia.
Sementara, profil pelaku penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, perlahan-lahan mulai terungkap.
Pelaku penusukan Menkopolhukam Wiranto, Syahril Alamsyah alias Abu Rara (51), langsung ditangkap usai melakukan aksinya pada Kamis (10/10/2019) siang.
Syahril Alamsyah alias Abu Rara, nekat menusuk Wiranto yang baru saja tiba di Alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Selain Abu Rara, seorang wanita bernama Fitri Andriana (21) turut ditangkap saat kejadian penusukan.
Fitri Andriana, sempat disebut-sebut sebagai istri dari pelaku penusukan, Syahril Alamsyah alias Abu Rara.
Mengutip Kompas.com, Fitri Andriana (21) dan Abu Rara dikenal sebagai pasangan suami istri di Desa Kampung Sawah, Pandeglang, Banten.
Ketua RT setempat, Mulyadi, menyebut Abu Rara awalnya tinggal di Pandeglang bersama anak perempuannya sejak Februari 2019 lalu.
Saat baru pindah ke Pandeglang, Abu Rara belum membawa istrinya.
Baru pada Agustus 2019, Abu Rara meminta izin untuk menikah di Bogor.
"Dia minta izin menikah di Bogor, pas balik lagi ke sini sudah bawa istri, bercadar, sekitar 19-20 tahunan," ungkap Mulyadi.
Abu Rara mengaku telah menikah kepada warga setempat, tapi fakta =sebaliknya justru berhasil diungkap oleh aparat kepolisian.
Mengutip Tribun Jakarta, Karpenmas Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menyebut keduanya belum menikah.
Terkait adanya kabar jika kedua pelaku adalah suami istri, Dedi Prasetyo mengaku masih mendalami.
"Kalau dilihat dari KTP-nya, yang perempuan itu belum menikah, nah yang laki-laki itu sudah cerai.
"Cuma mereka itu hidup bersama di kontrakan," ungkap Dedi.
eakan membenarkan keterangan pihak kepolisian, seorang ketua RT tempat pelaku Fitri Andriana berasal, Saefuddin, menyampaikan hal yang sama.
Ketua RT di Desa Sitanggal, Brebes, Saefudin, mengatakan wanita yang menyerang Wiranto itu belum menikah.
Namun menurut gosip yang beredar di desanya, Fitri Andriana memang disebut-sebut akan segera melangsungkan lamaran.
"Kalau pulang jarang hubungan sama tetangga, terakhir pulang Lebaran kemarin.
"Saat pulang ia sendirian, tidak pernah bawa teman.
"Kan dia belum menikah," ucap Saefudin singkat.
Perjalanan Hidup Pelaku Penusukan
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto diserang dua orang saat turun dari mobil di Alun-alun Menes, Pandeglang, Kamis (10/10/2019) siang.
Dua orang tersebut adalah pasangan suami istri, SA atau Abu Rara dan FD (sebelumnya tertulis FA).
SA menusuk bagian perut Wiranto.
Mereka tinggal di rumah kontrakan di Kampung Sawah RT 04 RW 01, Desa Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.
SA adalah pria kelahiran Medan tahun 1968, sementara FA adalah warga Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Baca: Kemiripan Bayi Kembar Ammar Zoni & Irish Bella dengan Sosok Ini Disebut, Mantan Ranty Maria Nangis!
Berikut fakta dari FD, perempuan asal Brebes pelaku penyerangan Wiranto di Alun-alun Menes, Pandeglang:
1. Merantau sejak SD
FD adalah warga Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Tetangga terakhir melihat FD pulang kampung saat lebaran tahun ini.
Masiroh (34), tetangga FD mengatakan bahwa FD sudah merantau ke Tanggerang Banten sejak lulus SD. Para tetangga mengetahui bahwa FD bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART).
"Merantau sejak SD. Informasi dari orangtua bekerja sebagai asisten rumah tangga. Tapi memang jarang pulang. Kalau pulang jarang keluar rumah. Anaknya pendiam dan tertutup," kata Masiroh.
Di Brebes, FD tinggal bersama orangtuanya yang bekerja sebagai petani, serta kakak dan adiknya.
2. Berusia 20 tahun
FD lahir di Brebes, 3 Mei 1999 yang artinya ia masih berusia 20 tahun. Oleh tetangganya, perempuan yang menyerang Wiranto tersebut belum menikah.
Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Kejanggalan Perilaku Penusuk Menkopolhukam Wiranto Diungkap Warga, Jerinx SID Curigai Senjatanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/11102019-jerinx.jpg)