Minggu, 10 Mei 2026

Polisi Bantah Kecolongan, Penusuk Wiranto Dibawa ke Mabes Polri, Ditangani Densus 88 Antiteror

Saat ini kedua pelaku setelah kita interogasi mendalam motif dan tujuannya, langsung ditangani oleh Densus 88 Mabes Polri,

Tayang:
Kolase Warta Kota
Menkopolkam Wiranto diserang 

TRIBUNBATAM.id - Kasus penusukan Menkopolhukam Wiranto kini ditangani Densus 88 Antiteror.

Kedua pelaku yang merupakan pasangan suami istri, dibawa ke Mabes Polri setelah sebelumnya diinterogasi di Polsek Menes, Pandeglang, Kamis (10/10/2019).

Kedua pelaku tersebut adalah  Syahril Alamsyah alias Abu Rara (31) dan Fitri Adriana (21).

"Saat ini kedua pelaku setelah kita interogasi mendalam motif dan tujuannya, langsung ditangani oleh Densus 88 Mabes Polri," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi, di Polsek Menes, Kamis (10/10/2019).

Edy mengatakan, pihaknya telah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap kedua pelaku ini, termasuk penggeledahan di kontrakan yang disewa oleh pelaku.

Dua pelaku penikam Menkopolhukam Wiranto, Abu Rara dan Fitri
Dua pelaku penikam Menkopolhukam Wiranto, Abu Rara dan Fitri (facebook)

Kata Edy, penggeledahan sudah dilakukan oleh Densus 88 dan Polda Banten di kontrakannya di Kampung Sawah RT 04 RW 01 Desa Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.

Dalam penggeledahan tersebut tim mengamankan sejumlah barang dari kediaman pelaku.

"Penggeledahan untuk mengantisipasi barang - barang, ada yang dibawa. Rumah pelaku saat ini sudah steril," kata dia. (Kompas.com/Acep Nazmudin)

Pura-pura salam dengan Wiranto

Dua pelaku penusukan Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019), semula tak terlihat karena berbaur dengan warga.

Di tengah riuh kunjungan Wiranto, beberapa warga mencoba bersalaman dengan Wiranto.

Bahkan pelaku penusukan Wiranto pun ikut berpura-pura salaman dengan Wiranto.

"Ya pelaku mencoba bersalaman seperti warga bertemu pejabat," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Kombes (Pol) Dedi Prasetyo, saat konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Kamis siang.

Setelah berhasil mendekati Wiranto, pelaku laki-laki yang berinisial SA alias Abu Rara langsung mengeluarkan pisau kecil dan melayangkannya ke perut Wiranto.

"Laki-laki membawa senjata tajam. Ini masih didalami, pisau atau gunting," ujar Dedi.

Setelah ditusuk, Wiranto pun jatuh, nyaris tersungkur. Dia terlihat memegang perut bagian bawah.

Personel pengamanan setempat langsung mengamankan pelaku yang diketahui berjumlah dua orang. Satu pelaku lain adalah wanita berinisial FA.

Dalam insiden ini terdapat tiga korban, yaitu Wiranto, kapolsek setempat, dan salah seorang ajudan Wiranto.

Dua tersangka penusuk Wiranto sudah menunggu di dekat mobil.
Dua tersangka penusuk Wiranto sudah menunggu di dekat mobil. (ist)

Polri bantah kecolongan

Pihak kepolisian menyampaikan, pengamanan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto sesuai prosedur.

Kendati demikian, polisi tak bisa menghalangi interaksi antara masyarakat dan pejabat publik, termasuk Wiranto, saat sang pejabat turun ke tengah masyarakat.

"Kenapa kecolongan? Tidak ada istilah kecolongan, interaksi pejabat publik dengan masyarakat seperti halnya sudah terjadi selama ini, bersalaman, disapa, barikade pengamanan kan tetap melekat," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Kamis (10/10/2019).

Ia menanggapi pertanyaan wartawan mengenai pengamanan polisi saat Wiranto ditusuk di sekitar Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten.

Dedi menyampaikan, penusukan itu berlangsung sangat cepat dan spontan. Saat itu, Wiranto akan turun dari kendaraan.

Kemudian, sekelompok warga datang untuk mencoba bersalaman. Saat itulah pelaku mendekat dan menusuk Wiranto.

Adapun Wiranto menderita luka di bagian tubuh depan. Selain Wiranto, menurut Dedi, Kapolsek Menes Kompol Darianto juga ditusuk dan menderita luka tusuk pada bagian tubuh belakang.

Polisi mengamankan seorang pria dan seorang wanita yang diduga pelaku penusukan Wiranto. Keduanya berinisial SA dan FA.

Diduga, mereka terpapar radikalisme ISIS. Dedi mengatakan, polisi mendalami dugaan kaitan pelaku dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).  (Kompas.com/Deti Mega Purnamasari)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pasutri Penusuk Wiranto Dibawa ke Mabes Polri Jelang Magrib, Ditangani Densus 88" dan dengan judul "Wiranto Ditusuk, Polri: Tak Ada Istilah Kecolongan"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved