BATAM TERKINI

AWAL 2020, Presiden Jokowi Akan Serahkan Sertifikat Hak Milik Kampung Tua di Batam

Presiden Jokowi dijadwalkan akan menyerahkan sertifikat hak milik Kampung Tua di Batam, awal 2020 mendatang.

AWAL 2020, Presiden Jokowi Akan Serahkan Sertifikat Hak Milik Kampung Tua di Batam
Instagram @jokowi
Presiden Jokowi 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pemerintah telah menyelesaikan pengukuran luas wilayah 3 Kampung Tua di Kota Batam.

Warga di 3 kampung tua tersebut akan segera menerima Sertifikat Hak Milik (SHM).

Demikian diungkapkan Ketua RKWB Kota Batam Machmur Ismail.

Ketiga daerah tersebut antara lain, Tanjung Riau Sekupang, Tanjungundap Sagulung dan Seibinti Sagulung.

"Sebelumnya kan oleh tim sudah diukur secara global, hari ini (kemarin) mulai dari Tanjung Riau diukur oleh BPN secara parsial, per persil," katanya.

Ia mengatakan pengukuran di Tanjung Riau butuh waktu sekitar dua minggu.

 Tak Mau Kecolongan, DKPP Periksa Babi Terrnak di Bintan

 Bertemu dengan Wakil Beijing, Trump Beri Sinyal Positif Perundingan Dagang AS dan China

Setelahnya tim BPN akan bergeser di dua kampung tua yang lain.

Ia juga mengatakan, ketiga kampung tua ini diproyeksikan selesai diukur persilnya tahun ini.

"Presiden juga akan datang pada Januari 2020 untuk beri sertifikatnya (Sertifikat Hak Milik). Ini informasi BPN, kemarin kami rapat," ujar Machmur.

Wali Kota Batam yang juga Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi saat ditanya perihal komitmennya atas persoalan agraria yang terkait langsung masyarakat, dalam hal ini pembebas UWT untuk lahan pemukiman di bawah 200 persegi.

Sekaligus penuntasan legalitas kampung tua.

"Kami akan dudukkan yang perihal masyarakat, sesuai dengan janji Menteri (ATR/Kepala BPN, Sofyan Djalil), akan kami realisasikan," kata Rudi.

 Polda Kepri Pastikan Keamanan Bagi Wisatawan Mancanegara ke Kepri Menjelang Pelantikan Presiden

 BBM Langka di Batam, Komisi II DPRD Batam Tambah Anggaran Pengawasan Disperindag

Namun ia mengaku akan dibicarakan satu-satu. Rudi tidak berkomentar lebih spesifik perihal apa yang akan direalisasikan tersebut.

Justru, ia mengatakan salah satu yang akan diselesaikan yakni legalitas kampung tua.

"Dua-duanya akan kami dudukkan (legalitas kampung tua dan bebas UWT lahan rumah 200 meter ke bawah). Sekarang, kampung tua saja belum selesai, satu-satu ya," katanya. (tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved