MOTOGP
Selangkah Lagi Marc Marquez Samai Rekor Dunianya, Ini yang Disesali Valentino Rossi
Marc Marquez baru saja merayakan gelar juara dunia ke-8 di MotoGP Thailand 2019 dan satu gelar lagi akan menyamakan rekor Valentino Rossi, 9 gelar
TRIBUNBATAM.ID - Valentino Rossi mengakui sangat sulit untuk menahan Marc Merquez untuk menyamakan gelar juara dunia MotoGP yang saat ini dipegangnya.
Marc Marquez baru saja merayakan gelar juara dunia ke-8 di MotoGP Thailand 2019 dan satu gelar lagi akan menyamakan rekor Valentino Rossi yang saat ini memegang sembilan gelar.
Bagi Valentino Rossi, untuk kembali ke reputasi puncak akan sangat sulit karena usianya kini sudah menuju ke 41 tahun sementara Marc Marquez baru 26 tahun.
Tanda-tanda Valentino Rossi bisa bangkit dari ketepurukan di tiga musim berturut-turut juga sangat berat. "Dia akan segera mencapai gelar saya," kata Rossi seperti dilansir TribunBatam.id dari Gazetta online.
• BERITA PERSIB - Robert Tak Mau Komentari soal Persib dan Persija yang Beda Nasib soal Perizinan
• Kocak, Saat Siaran Langsung di TV, Anak Pembaca Berita Ini Masuk dan Lakukan Hal Ini, Videonya Viral
• Gamer Wajib Tahu, Ini 6 Penjelasan Tipe Class Call of Duty Mobile
Sejak MotoGP Jerez tahun 2017, The Doctor belum sekalipun meraih juara hingga saat ini dan tahun ini baru dua kali naik podium, yakni di MotoGP Argentina dan MotoGP Amerika, keduanya peringkat kedua.
Sirkuit Buriram kembali menambah catatan hitamnya, hanya finis di posisi delapan sehingga posisinya saat ini terancam di klasemen.
Rossi saat ini tertahan di posisi 6, semakin jauh ditinggalkan oleh Maverick Vinales yang saat ini sedang mengincar posisi ketiga dari Alex Rins.
Bahkan, posisi Rossi kini terancam oleh muridnya, Fabio Quartararo yang saat ini hganya terpaut dua poin dari Yellow Vale.
Rossi mengatakan bahwa Marquez tidak perlu berjuang keras untuk melampaui rekornya karena pebalap Spanyol itu kini dalam kondisi terbaiknya.
"Dia tidak akan berjuang untuk mencapai 9. Maaf, saya meremehkan (tim Yamaha), tetapi itu salah satunya membuat saya kalah."
Rossi mengatakan bahwa siapapun saat ini sulit untuk bisa mengejar Marquez karena sepanjang musim MotoGP 2019, ia tak memberi lawan-lawannya ruang untuk bisa nyaman di depan.
Marc Marquez saat ini semakin dominan dengan tingkat kesempurnaan yang komplit antara gaya membalapnya dan dukungan motornya.
"Marquez terlalu mendominasi musim ini, selalu menutup balapan di posisi 1 atau 2 , kecuali ketika jatuh di Austin ketika dia memimpin. Saya pernah merasakan berada dalam kondisi terbaik seperti dia," kata Rossi.
"Saya pikir dia tidak akan terlalu sulit untuk menyamakan gelar 9 saya. Saya minta maaf karena dalam karir saya, saya sempat membuang pasangan (Yamaha), tetapi itulah yang membuat saya kehilangan posisi."
Seperti diketahui, Rossi pernah hengkang dari Yamaha ke Ducati saat penampilan terbaiknya di tim itu pada musim 2011-2012.
Bukannya membaik, Rossi bahkan tidak mendapat gelar selama bersama Desmosedici dan kembali lagi ke Yamaha musim 2013.
Tidak hanya Rossi, Jorge Lorenzo juga melakukan kesalahan yang sama, pindah ke Ducati di saat ia sedang mesra dengan Yamaha musim 2017-2018.
Langkah dua pebalap ini tidak membuat mereka kembali ke performa terbaiknya karena mereka harus melakukan adaptasi lagi dengan timnya dan itu sangat tidak mudah.
Rossi sendirii, ketika kemudian kembali ke pelukan Yamaha, ia sudah sangat jauh tertinggal dari Honda yang terus mengembangkan motor bertenaga besar, menyesuaikan dengan gaya balap Marquez yang juga makin agresif.
Di MotoGP, hanya Casey Stoner yang memimiliki kemampuan beradaptasi dengan depat dengan tim yang berbeda tanpa kehilangan gelar juara dunia.
Bahkan Yamaha tertinggal dibanding Ducati dalam pengembangan karena pabrikan Italia itu kini mulai melakukan perubahan pada sayap-sayapnya dan sisi aerodinamika untuk mengatasi kekurangan mereka di tikungan.
Yamaha pada tahun 2019 ini mulai menunjukkan perkembangan yang baik karena mereka mempersiapkan motor yang akan digunakan untuk MotoGP 2020 nanti.
Beberapa komponen baru seperti swingarm serat klarbon dan knalpot ganda model Suzuki bahkan sudah dipakai di MotoGP Aragon.
Hasilnya bisa dilihat dari semakin dominannya para pebalap Yamaha di lima besar dan diperkirakan akan menjadi pengganjal utama Marquez musim depan.
Sayangnya, pebalap Yamaha itu bukan Valentino Rossi, melainkan Maverick Vinales dan Fabio Quartararo.
Hal inilah yang membuat Rossi sangat yakin bahwa Marquez akan mudah menyamai rekor dunianya.
KLASEMEN MOTOGP 2019 (15/19):
1 Marc Marquez Repsol Honda 325
2 Andrea Dovizioso Mission Winnow Ducati 215
3 Alex Rins Suzuki Ecstar 167
4 Maverick Vinales Monster Yamaha 163
5 Danilo Petrucci Mission Winnow Ducati 162
6 Valentino Rossi Monster Yamaha 145
7 Fabio Quartararo Petronas Yamaha SRT 143
8 Jack Miller Pramac Ducati 119
9 Cal Crutchlow LCR Honda 102
10 Franco Morbidelli Petronas Yamaha SRT 90
11 Pol Espargaro Red Bull KTM 80
12 Takaaki Nakagami LCR Honda 74
13 Joan Mir Suzuki Ecstar 58
14 Aleix Espargaro Aprilia 46
15 Francesco Bagnaia Pramac Ducati 34
16 Andrea Iannone Aprilia 33
17 Miguel Oliveira Red Bull KTM Tech3 29
18 Johann Zarco Red Bull KTM 27
19 Jorge Lorenzo Repsol Honda 23
20 Tito Rabat Avintia Ducati 18
21 Stefan Bradl Team HRC 16
22 Michele Pirro Mission Winnow Ducati 9
23 Sylvain Guintoli Suzuki Ecstar 7
24 Hafizh Syahrin Red Bull KTM Tech3 7
25 Karel Abraham Avintia Ducati 5
26 Bradley Smith Aprilia 0
27 Mika Kallio Red Bull KTM 0
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/valentino-rossi-dan-marquez.jpg)