Gerakan Solidaritas Mahasiswa Batam 'Nyalakan Seribu Lilin, Sebuah Doa untuk Negeri'

Berbagai polemik di Indonesia beberapa waktu lalu mendatangkan keresahan sekaligus kesedihan bagi mahasiswa se-Kota Batam.

Gerakan Solidaritas Mahasiswa Batam 'Nyalakan Seribu Lilin, Sebuah Doa untuk Negeri'
tribunbatam.id/Dipa Nusantara
Kegiatan Seribu Lilin 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Berbagai polemik di Indonesia beberapa waktu lalu mendatangkan keresahan sekaligus kesedihan bagi mahasiswa se-Kota Batam.

Meninggalnya dua orang mahasiswa Unirversitas Haluoleo setelah melakukan penolakan terhadap undang-undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hasil revisi dan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP), peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa daerah, serta beberapa tragedi lain merupakan segelintir alasan bagi keresahan dan kesedihan mereka.

Untuk menyikapinya, gabungan mahasiswa dari beberapa kampus di Kota Batam pun akan menggelar aksi solidaritas, Minggu (13/10/2019) malam, bertempat di lapangan kampus Politeknik Negeri Kota Batam.

Setelah Tahun Baru 2020, Ahmad Dhani Suami Mulan Jameela Diperkirakan Bebas

Menteri Perhubungan Indonesia Bakal Resmikan Bandara Letung Di Jemaja, Begini Persiapannya

Kini Bayar BPJS Kesehatan Pakai Gopay Bisa Dapat Diskon, Catat Caranya

"Nyalakan 1000 lilin, sebuah doa untuk negeri. Itu tema aksi kami, dengan target audience sekitar seribu orang mahasiswa dan telah kami komunikasikan serta koordinasikan jauh hari sebelumnya," kata Hafiz, koordinator utama aksi solidaritas sekaligus Presiden Mahasiswa (Presma) Politeknik Negeri Kota Batam.

Saat dihubungi, Hafiz menerangkan jika sebanyak 12 kampus telah menyepakati untuk mendukung penuh aksi ini.

"Kesepakatan itu tentu juga telah kami bincangkan dengan masing-masing kelembagaan mahasiswa yang ada," sambung Hafiz..

Namun, dia mengatakan jika beberapa perwakilan mahasiswa tidak ingin disebutkan nama instansi tempatnya mengenyam perkuliahan.

Rudi dan Syahrul Berpasangan, Soerya Respationo Pastikan Maju, Ansar Ahmad Bikin Poros Baru

Viral Kisah Guru Bergelar Master Banjir Celaan, Karena Dinikahi Pria Bekerja Sebagai Sopir Truk 

"Jadi ada yang hadir mengatasnamakan mahasiswa Batam saja. Ini bentuk solidaritas akibat segala macam keresahan, duka maupun luka dari kami semua," terangnya lagi.

Hafiz berharap, aksi solidaritas ini juga dapat menjadi tonggak untuk kembali bersatunya seluruh mahasiswa di Kota Batam.

Agar ke depan, setiap permasalahan yang menyangkut problematika berbangsa dan bernegara dapat dikawal bersama-sama.

"Tujuan kami tentu bersatunya mahasiswa dibatam. Selain itu, kami juga berdoa untuk negeri dengan harapan sederhana, ke depan bangsa ini dapat lebih baik dari seluruh aspek kehidupan," pungkasnya. (tribunbatam.id/dipanusantara)

Penulis: Dipa Nusantara
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved