Melayu Raya Cup Prix 2019, Berharap Ada Bibit Baru Dari Ajang Seperti Ini
Melayu Raya Tanjungpinang mengadakan Cup Prix 2019 di arena sirkuit non permanen, Pulau Dompak, Tanjungpinang.
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Melayu Raya Tanjungpinang mengadakan Cup Prix 2019 di arena sirkuit non permanen, Pulau Dompak, Tanjungpinang.
Acara yang digelar dua hari mulai 12 Oktober 2019 ini pun diikuti sebanyak 120 peserta.
Pembina Melayu Raya, Muhammad Rudi bersama Lis Darmansyah membuka secara resmi kegiatan tersebut.
Rudi menyampaikan, sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Melayu Raya.
Dimana hal ini menjadi ajang prestasi, sekaligus melahirkan bibit pembalap di Kepri.
• Aksi Solidaritas Mahasiswa se Kota Batam, Nyalakan 1000 Lilin di Batam Centre
• Live Streaming Malam Ini Belarusia vs Belanda Kualifikasi EURO 2020, Tonton Gratis dari HP
"Para pembalap yang ikut bisa memberitahukan kepada regenerasinya. Agar tidak melakukan aksi balap liar. Harus disalurkan bakat tersebut dalam kegiatan seperti ini," ujarnya saat membuka acara, Sabtu (12/10/2019) kemarin.
Ia pun merencanakan, bahwa kedepan akan membangun sirkuit permanen melalui BP Batam.
"Agar benar-benar bisa para pembalap menyalurkan bakatnya dengan tempat yang sebenarnya," ujarnya.
• Ternyata Lokalisasi Pokok Jengkol di Batam Sudah Banyak Makan Korban, Begini Kesaksian Warga
• Pertemuan Prabowo dan Surya Paloh, Tak Masalah Gerindra Masuk Koalisi Pemerintahan
Ketua Hi-Melaya Korwil Tanjungpinang Arie Sunandar mengatakan, terdapat 7 kelasifikasi balap yang dipertandingkan. Diantaranya, kelas Bebek 2 tak 130 CC (under bone), kelas Bebek 120 CC (Under bone), kelas Bebek 4 tak 130 CC T.U, kelas Bebek 2 Tak 120 CC std T.U Open, Bebek 2 tak 120 CC std T.U Pemula, dan klas Bebek campur 2 tak, serta 4 tak non prestasi, dan FFA.
"Kehadiran kejuaraan balap motor bergengsi di Tanjungpinang tersebut, untuk mengakomodir pemuda-pemuda Tanjungpinang agar dapat menyalurkan bakat, dan hobbi di dunia otomotif," ujarnya.
• Ternyata Lokalisasi Pokok Jengkol di Batam Sudah Banyak Makan Korban, Begini Kesaksian Warga
"Ini menjadi ajang pertama yang dipersembahkan Melayu Raya, dan Polres Tanjungpinang untuk membina pemuda-pemuda yang hobby dibidang ini. Kami menyediakan uang pembinaan, dan Piala bergilir yang diperebutkan setiap pembalap," tambahnya.
Bangun Septian, aalah satu pembalap yang berhasil memenangkan kategori Bebek 4T 130 TU open menyampaikan, apresiasi terhadap Melayu Raya yang telah mengadakan event tersebut.
"Kita para pembalap bisa terus berkompetisi, dan semakin mengasah diri untuk dapat lebih baik lagi," ucapnya yang tergabung dalam club D’Barbershop MPC PP Tanjungpinang Carrera.
Sejak 2001 menjadi pembalap di Kepri. Bangun menyebutkan, anak-anak Kepri sangat mempunyai bakat menjadi pembalap prefesional.
"Kalau saya liat bakat anak muda Kepri ada kok. Hanya saja memang kita tidak punya sirkuit permanet. Kalau di Dompak ini sudah oke. Tapi lintasanya tidak standart, trus bergelombang lagi," ujarnya.
Ia pun meminta kepada Pemerintah agar bisa lebih memperhatikan para pembalap di Kepri, dalam penunjangan sarana prasaran.
"Agar kami bisa berlatih dengan semangat, dan terarah aja sih. Paling utama itu sirkuit terpenting," mintanya. (Tribunbatam.id/endrakaputra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/img-20191013.jpg)