OVO Sandang Status Unicorn, Ini Permintaan Luhut Pandjaitan

Pesan tersebut diungkapkan Luhut saat menghadiri perayaan ulang tahun kedua OVO di Jakarta, Sabtu (12/10/2019).

OVO Sandang Status Unicorn, Ini Permintaan Luhut Pandjaitan
KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA
Ilustrasi Ovo.(KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA) 

TRIBUNBATAM.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta OVO, yang baru saja menyandang status unicorn, untuk bisa berkontribusi lebih bagi bangsa dan negara.

"Kapasitas yang semakin besar menuntut tanggung jawab yang lebih besar. Oleh karena itu OVO sebagai leading digital payment platform di Indonesia, sudah saatnya berkontribusi lebih untuk bangsa, melalui program CSR (Corporate Social Responsibility)," katanya seperti dilansir dari Antara, Minggu (13/10/2019).

Pesan tersebut diungkapkan Luhut saat menghadiri perayaan ulang tahun kedua OVO di Jakarta, Sabtu (12/10/2019).

Ia menjadi tamu kehormatan di acara yang juga dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, perwakilan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan serta jajaran direksi OVO.

Luhut memberi contoh kontribusi yang dapat dilakukan unicorn kelima Indonesia itu, antara lain, peningkatan dan pemerataan kesejahteraan kualitas hidup bagi lebih dari 300.000 mitra tradisionalnya.

IHSG Diprediksi Menguat Lagi Besok, Begini Kata Analisis

Lagi Nyari Veloscope Buat Yamaha NMAX? Cek Beragam Warna dan Harganya di Sini

 

"Pendapatan para mitra akan meningkat jika added value (nilai tambah) dari produknya juga ditingkatkan. 'Added value' jugalah yang pemerintah dorong di skala nasional seperti pada industri nikel," jelasnya.

Selain itu, OVO juga dapat membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya sampah plastik.

"OVO juga dapat memberikan penghargaan khusus bagi para mitra yang ramah lingkungan, atau bahkan diskon khusus sehingga bisa memperbanyak pembeli. Misalnya penggunaan straw atau sedotan yang ramah lingkungan pada produk minuman," katanya.

Luhut juga menginginkan agar diadakan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang juga merupakan program prioritas pemerintah saat ini.

Caranya, misalnya dengan program pendampingan atau pelatihan untuk mitra-mitra usaha mikro, menengah dan kecil ( UMKM) yang harus berkompetisi dengan merek raksasa.

Editor: Rio Batubara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved