Pria Ini Perkosa Anaknya Selama 20 Tahun Hingga Lahirkan Enam Anak

Seorang pria di Wales, Britania Raya, terbukti bersalah memperkosa putri kandung, dan menjadi ayah dari enam anak yang dilahirkannya 20 tahun terakhir

Pria Ini Perkosa Anaknya Selama 20 Tahun Hingga Lahirkan Enam Anak
MIRROR
Ilustrasi korban pemerkosaan 

TRIBUNBATAM.ID, SWANSEA - Seorang pria di Wales, Britania Raya, terbukti bersalah memperkosa putri kandung, dan menjadi ayah dari enam anak yang dilahirkannya 20 tahun terakhir.

Dalam Pengadilan Swansea, pria disebut juga terbukti bersalah melakukan pemerkosaan terhadap anaknya.

Menurut laporan media lokal, pria itu menyatakan tak bersalah atas 36 dakwaan pemerkosaan dan satu dakwaan kekerasan seksual.

Namun pada Kamis (10/10/2019), pria yang tak disebutkan identitasnya itu dinyatakan bersalah sudah memperkosa putri kandung sendiri.

Demo Hong Kong yang Radikal Menyebar ke Sekolah, Guru-guru Paling Terjepit dan Galau

Jepang akan Dilanda Badai Topan, Makanan di Supermarket Habis, Langit Berubah Menjadi Ungu

Ingat Yaa, Jangan Konsumsi Minuman Soda Bareng 3 Makanan Ini

Dilaporkan Wales Online via Newsweek Jumat (11/11/2019), pria itu menjadi ayah enam anak yang dilahirkan putrinya, yang mulai mengandung di umur 14 tahun.

Kepada juri, korban mengatakan sang ayah berujar dia ingin memberikan "pelajaran" tentang seks, dan melaporkannya ke polisi 2018 lalu.

Jaksa penuntut kemudian membeberkan bahwa pelaku sudah memanipulasi anaknya sendiri dengan membuat kisah rekaan bernama Amelia Sanctuary.

Si pria akhirnya mengaku dia berhubungan seks dengan putrinya itu ketika usia 14 tahun.

Dalam persidangan, Hakim Paul Thomas memberi tahu si pria bahwa dia bakal "dihukum sangat lama" dengan pembacaan vonis digelar 18 Oktober nanti.

"Kasus ini salah satu kasus terburuk yang pernah saya tangani sepanjang 40 tahun karir saya sebagai hakim dan pengacara," katanya.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved