Kemenperin Hapus 18 Regulasi, Dorong Investasi Asing Masuk Indonesia

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto akan menghapus 18 regulasi dan menyederhanakan enam regulasi sebelum Jumat (18/10) mendatang.

Kemenperin Hapus 18 Regulasi, Dorong Investasi Asing Masuk Indonesia
internet
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto 

TRIBUNBATAM.id - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto akan menghapus 18 regulasi dan menyederhanakan enam regulasi sebelum Jumat (18/10) mendatang. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan investasi di Indonesia.

"Kami akan melakukan penghapusan 18 regulasi dan penyederhanaan enam regulasi. Sebelum Jumat sudah jelas," ujar Airlangga di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (14/10).

Airlangga Hartarto menjelaskan regulasi-regulasi yang akan dihapus adalah regulasi yang selama ini dianggap menghambat laju ekspor dan impor. Penghapusan regulasi dan penyerdehanaan regulasi itu dilakukan untuk mendorong masuknya investasi. 

Menurut Airlangga, adanya kemudahan regulasi, diharapkan Indonesia ke depan dapat semakin berkembang dan terus menyesuaikan dengan kebutuhan teknologi di masa depan. Sehingga, tidak ada lagi kendala bagi Indonesia untuk bersaing di dunia internasional terutama karena alasan regulasi atuu perizinan.

"Indonesia memiliki ekonomi transformasi yang berbasis komoditas. Ke depan diharapkan dari basis komoditas bisa menjadi berbasis inovasi," tuturnya.

Meskipun demikian, Airlangga tidak menyebutkan secara rinci apa saja aturan yang akan dihapus dan disederhanakan. Intinya, ini betujuan untuk mendorong Indonesia bisa berdaya saing. "2030, Indonesia akan jadi negara 10 ekonomi terbesar di dunia," sebut dia.

Prediksi di atas sesuai dengan proyeksi yang diungkap McKinsey. Menurut McKinsey, sepuluh tahun ke depan, Indonesia akan masuk jajaran sepuluh negara terbesar ekonomi dunia.

Sisi lain, Menperin memandang agar mampu bersaing di era Industri 4.0 Indonesia harus bisa menguasai infrastruktur. Utamanya untuk bersaing di sektor perindustrian. "Internet of things, big data, otomatis virtual branding dan banyak hal yang kita harus sesuaikan di era Industri 4.0," sebut dia.

Menurutnya, sejak 2011 Indonesia sudah masuk revolusi industri generasi keempat yang dikenal Industri 4.0. Secara global, ditandai meningkatnya konektivitas interaksi dan makin konvergensinya manusia dan mesin.

"Revolusi itu lompatan besar, di mana teknologi dan komunikasi tidak hanya untuk proses produksi tapi untuk mata rantai efisiensi. Sehingga menciptakan model bisnis baru berbasis digital," tandasnya. (*)

Editor: Rimna Sari Bangun
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved