Tengak Kopi Stamina Biar Kuat Layani Calon Istri, Suami Justru Gak Bisa Berdiri di Malam Pertama 

Saat itu, kata Iin, ia langsung panik hingga akhirnya pihak keluarga membawa korban ke IGD RSUD Sumedang.

Tengak Kopi Stamina Biar Kuat Layani Calon Istri, Suami Justru Gak Bisa Berdiri di Malam Pertama 
Instagram/Lokabrew
ilustrasi kopi, Niatnya Biar Kuat Layani Istri dengan Minum Kopi, Tapi Calon Suami Tak Bisa 'Berdiri' 

Kedua orangtuanya beralasan terpaksa menyuguhi kopi tubruk kepada anaknya lantaran tak mampu membeli susu.

Meski mengonsumsi kopi, pertumbuhan fisik bayi itu seperti anak normal lainnya. Hadijah tergolong anak super aktif.

Meski usianya baru 14 bulan, Hadijah Haura sudah mahir berjalan sendiri, hingga aktif bermain bersama teman-teman sebayanya.

Anak pertama pasangan Sarifuddin dan Anita dari Desa Tonro Lima ini bahkan kerap membuat kedua orangtuanya tak bisa tidur lantaran bocah ini aktif bermain sendiri.

Anita mengaku kerap memberikan kopi karena ia tak mampu membeli susu.

Gaji Rp 20.000 sebagai buruh kupas kopra bersama suaminya, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dapur kecil keluarganya.

"Ya mau diapalagi, pendapatannya tidak cukup untuk membeli susu. Terpaksa setiap hari hanya diberi dot berisi kopi. Bahkan ia tak bisa tidur kalau tidak minum kopi. Biasa merengek minta kopi sebelum tidur,” kata Anita saat ditemui wartawan di rumahnya, Sabtu (14/9/2019).

Menurut Anita, ia dan suaminya Sarifuddin hanya menggantungkan hidup dari upah bekerja sebagai pengupas kopra.

Saat musim panen, Sarifuddin kerap beralih pekerjaan menjadi buruh angkut padi di sawah karena upahnya lebih besar.

Namun usai panen, ia kembali menekuni pekerjaan sebagai buruh kupas kopra.

Selama sehari bekerja, maksimal ia mendapatkan penghasilan bersama suaminya hingga Rp 40.000.

Itu pun jika ada kelapa yang bisa diolah jadi kopra.

Saat bahan bakunya habis ia kerap beristirahat sampai ada bahan baku terkumpul untuk diolah.

Meski khawatir dengan perkembangan kesehatan buah hatinya yang terus menerus disuguhi kopi, Anita mengaku tidak punya banyak pilihan karena alasan pendapatan rumah tangga.

Kalau ada upah setiap hari itu biasanya hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari, itu pun kadang tidak cukup.

Selama ini Anita mengaku tak pernah mendapatkan bantuan susu atau asupan gizi dari dinas kesehatan untuk anaknya.

Kabid Bina Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Polman mengatakan, pihaknya telah mengunjungi anak tersebut dan memberi bantuan berupa biskuit dan susu.

Dinkes juga telah memberikan pemahaman kepada orangtua anak tersebut agar tidak lagi memberi kopi.

"Karena kalau lama kelamaan nanti ada efeknya karena mengandung kafein dan mengandung banyak gula," jelasnya.

Bahaya Bagi Anak-anak

Jika balita Hadijah Haura diberi kopi saban hari, apakah ada bahayanya?

Ya, berikut daftarnya sebagaimana disalin dari laman DokterSehat.com.

1. Mengurangi waktu tidur

Bahaya minum kopi bagi anak yang pertama adalah dapat mengurangi waktu tidur pada anak.

Usia anak-anak dan remaja yang masih dalam masa pertumbuhan umumnya membutuhkan jam tidur yang lebih panjang dibandingkan dengan anak-anak.

Seperti yang kita ketahui, kopi mengandung kafein yang merupakan stimulan yang dapat menyebabkan kita kesulitan tidur.

Anak-anak membutuhkan kurang lebih 11 jam waktu tidur per hari, sedangkan usia 12-18 tahun membutuhkan waktu kurang lebih 10 jam.

Jika waktu tidur ini banyak berkurang karena konsumsi kopi, maka pertumbuhkan anak juga dapat terganggu.

2. Penyerapan kalsium terganggu

Bahaya anak minum kopi selanjutnya adalah terganggunya penyerapan kalsium.

Kita membutuhkan asupan kalsium harian untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi.

Pada anak-anak dan remaja tentunya kalsium lebih dibutuhkan lagi karena masih berada dalam proses pertumbuhan.

Jika asupan kalsium tidak terpenuhi tentunya pertumbuhan tulang dan gigi anak juga akan terhambat.

Bahaya yang satu ini masih disebabkan oleh kandungan kafein dalam kopi.

Kopi yang bersifat diuretik membuat ginjal bekerja dengan cepat memproduksi air seni.

Kalsium yang masuk ke dalam tubuh dan belum sempat diserap akan ikut dikeluarkan melalui air seni tersebut, sehingga jumlah kalsium yang dapat diserap tubuh pun berkurang.

3. Kecanduan kopi

Kopi merupakan jenis minuman yang cenderung adiktif atau membuat kecanduan.

Ketika mengonsumsi kopi, seseorang dapat terjaga lebih lama.

Sayangnya hal ini justru membuat kita lebih mengantuk keesokan harinya, sehingga kita memilih untuk mengonsumsi kopi lagi.

Hal ini akan terus berulang hingga membuat anak sulit untuk lepas dari kopi.

Kecanduan kopi dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular hingga gangguan saraf, terutama jika dibiarkan untuk jangka waktu yang lama. Hal ini tentunya akan lebih berbahaya lagi jika kecanduan terjadi pada usia yang masih relatif muda.

4. Mengganggu nafsu makan

Bahaya minum kopi bagi anak yang keempat adalah dapat mengganggu nafsu makannya.

Selain itu, kopi juga berpotensi untuk menyebabkan gangguan pencernaan yang bisa semakin mengganggu nafsu makan.

Hal ini tentunya akan kembali lagi membuat pertumbuhan anak terganggu.

Nafsu makan yang terganggu akan menyebabkan asupan nutrisi anak juga tidak terpenuhi.

Padahal, asupan nutrisi yang seimbang sangat lah dibutuhkan oleh tubuh, terutama bagi anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Kekurangan berbagai nutrisi dapat menyebabkan berbagai gangguan tubuh.

5. Menjadi hiperaktif

Hiperaktif, mood yang berubah-ubah, hingga gangguan kecemasan juga bisa menjadi salah satu bahaya anak sering minum kopi.

Toleransi terhadap efek kopi pada orang dewasa dan anak-anak tentunya berbeda.

Jika pada orang dewasa kopi bisa membantu untuk lebih fokus, sebaliknya pada anak efeknya justru bisa membuat cemas dan sulit untuk berkonsentrasi.

6. Obesitas

Kopi dapat mengganggu nafsu makan, lalu bagaimana obesitas juga dapat menjadi salah satu bahaya anak sering minum kopi.

Perlu dipikirkan kembali jenis kopi seperti apa yang umumnya disukai anak-anak.

Kebanyakan orang tentu saja akan lebih menyukai kopi yang rasanya manis, apalagi anak-anak.

Kopi yang dikonsumsi anak-anak juga didominasi bahan lainnya seperti gula, krim, sirup, atau bahan lainnya.

Bahan tambahan ini lah yang justru lebih berbahaya dan berpotensi untuk menyebabkan obesitas dibandingkan dengan kopi itu sendiri.

7. Kerusakan gigi

Bahaya minum kopi bagi anak yang terakhir adalah dapat menyebabkan kerusakan gigi.

Kopi yang bersifat asam sangat berpotensi mengikis enamel gigi dan memicu gigi berlubang.

Ditambah lagi dengan fakta bahwa kopi menyebabkan penyerapan kalsium yang dibutuhkan oleh gigi terganggu.

Usia anak-anak dan remaja lebih berpotensi mengalami kerusakan gigi karena pembentukan enamel gigi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk terbentuk sempurna dari saat gigi permanen muncul.

Umur Ideal untuk Minum Kopi

Ada banyak sekali bahaya minum kopi bagi anak, lalu sebaiknya umur berapa kopi aman untuk dikonsumsi?

Pakar kesehatan menyarankan lebih baik untuk tidak mengonsumsi kopi sebelum berumur 18 tahun atau saat masa pertumbuhan mulai melambat.

Negara seperti Kanada membuat peraturan bahwa anak-anak tidak boleh mengonsumsi kafein lebih dari 45 mg per hari.

Bukan hanya anak-anak yang sebenarnya harus memerhatikan jumlah asupan kafein, tapi orang dewasa juga.

Konsumsi kafein pada orang dewasa yang ideal adalah tidak lebih dari 200-300 mg per hari. Jika lebih dari jumlah tersebut, maka risiko efek samping akan semakin tinggi.

Bahaya minum kopi bagi anak dan dewasa sebenarnya hampir sama banyaknya.

Maka dari itu, jangan konsumsi secara berlebihan demi terjaganya kesehatan Anda.

Selalu perhatikan juga bahan-bahan lainnya yang terkandung dalam kopi untuk mencegah asupan berlebihan dari gula dan bahan berbahaya lainnya.(*)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Minum Kopi Berujung Petaka, Niatnya Biar Kuat Layani Calon Istri, Calon Suami Malah Gak Bisa Berdiri

Editor: Aminudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved