BATAM TERKINI

Warga Protes, Ukuran Lahan Kampung Tua Batam Disebut Tak Sesuai SK Walikota

Warga Kampung Tua Batam mengeluh kepada Tim Pansus DPRD Kota Batam, karena ukuran lahan yang diberikan pemerintah tidak sesuai SK Walikota.

Warga Protes, Ukuran Lahan Kampung Tua Batam Disebut Tak Sesuai SK Walikota
tidak ada
kampung tua 

Warga Sesalkan Ukuran Lahan Kampung Tua Tak Sesuai SK Walikota

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Warga Kampung Tua Batam mengeluh kepada Tim Pansus DPRD Kota Batam, karena ukuran lahan yang diberikan pemerintah tidak sesuai SK Walikota nomor 105 tahun 2004.

DPRD Kota Batam menilai hasil pengukuran tersebut kurang maksimal.

"Banyak warga yang kecewa bahwa hasil pengukurannya tak sesuai dengan SK Nyat Kadir," ujar Wakil Ketua Pansus Pelestarian Kampung Tua DPRD Kota Batam, Harmidi Umar Husein, Senin (14/10/2019).

Diakuinya ada beberapa kendala dalam penyelesaian pengukuran Kampung Tua ini.

Pertama soal hal kepemilikan lahan dengan si penyewa lahan tersebut.

Ranperda Kampung Tua Batam Gagal Disahkan Pada 2019, Ini Alasannya!

"Banyak yang punya lahan ini disewakan kepada orang lain. Kemudian dia sudah lama tidak tinggal di situ. Pemko menyarankan agar sertifikat tersebut diatasnamakan kepada si penyewa. Namun si pemilik lahan tidak setuju. Masak mereka harus menghibahkan kepada si penyewa. Orang sudah dipinjamkan," papar Harmidi.

Kedua, kendalanya banyak lahan Kampung Tua yang sudah dihibahkan ataupun di PLkan kepada pihak ke 2 atau perusahaan.

Namun hingga saat ini pihak ke 2 belum membangun secara fisik. Padahal misalnya sudah dapat PL sejak 2005 lalu.

"Nah kalau tak dibangun perusahaan itu akan dialihkan," tegasnya.

Ia menambahkan 37 titik Kampung Tua di Kota Batam, apabila ada yang dialihkan ke perusahaan lagi maka kemungkinan terburuk Kampung Tua tersebut akan punah.

Ia berharap masyarakat tak perlu khawatir, DPRD kota Batam segera bentuk Perda Pelestarian Kampung Tua sehingga Kampung Tua di Batam memiliki dasar hukum yang kuat.

"Misalnya di Seranggong Kelurahan Sadai Kecamatan Bengkong, sudah dialihkan BP Batam ke developer," kata Harmidi. (tribumbatam.id/Roma Uly Sianturi)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved