Ini Kondisi Debit Air Waduk di Pulau Bintan, Banyak Sampah Plastik dan Lumut

Debit air di dua waduk di Pulau Bintan menyusut. Hujan yang turun beberapa hari tidak berpengaruh besar pada pada peningkatan debit air.

Ini Kondisi Debit Air Waduk di Pulau Bintan, Banyak Sampah Plastik dan Lumut
tribunbatam/alfandisimamora
Pengendara motor melintas di depan pintu masuk instalasi pengolahan air di waduk Sei Pulai, Tanjungpinang, Provinsi Kepri Kamis (17/10). 

TRIBUNBINTAN.com,BINTAN - Kondisi air dua waduk di Pulau Bintan, Provinsi Kepri menyusut. 

Hujan yang turun beberapa hari di Tanjungpinang serta Kabupaten Bintan tidak berpengaruh besar pada peningkatan debit air. 

Dari hasil pantauan Tribun di intalasi pengolahan air di waduk Sei Pulai, Tanjungpinang kondisi air  terlihat sedikit dan berada di bagian tengah waduk.

Posisi air di waduk terlihat tidak lagi sampai ke bibir batu miring waduk yang berjarak hampir 3 sampai 4 meter dari keberadaan air di bagian tengah waduk.

Dari informasi warga,  kondisi air waduk mulai terlihat sejak Juli hingga September 2019 kemarin.

"Soalnya kalau tidak salah cuaca memang panas. Tapi masuk akhir September ke bulan Oktober hujan sudah mulai turun. Tapi tidak langsung mengisi waduk ini," ujar Darman warga sekitar yang sedang lewat hendak ke kebun di dekat lokasi waduk Kamis (17/10/2019).

Kondisi debit air yang mulai mengering juga terlihat di Intalasi pengolahan air di waduk Sei Gesek, Bintan.

Kondisi air mulai terlihat mengering, air yang berada di waduk tidak lagi sampai ke batu miring waduk.

Air yang berada di waduk hanya sekitar satu meter dari dasar waduk.

Kondisi ini diperparah dengan sampah plastik dan sisa botol minuman yangmengambang di air waduk.

Bahkan sejumlah tumbuhan yang hidup di air atau lumut air sudah tampak menutupi permukaan air.

"Kalau waduk ini memang masih ada airnya. Tapi sudah tidak sampai lagi ke dinding batu miring waduk. Ya bisa dikatakan sudah mulai mengering," ucap Sulaiman warga yang sedang berada di lokasi.

Sampah yang berada di dalam waduk menurutnya merupakan sampah yang di buang sejumlah orang yang tidak bertanggung jawab ketika berhenti dekat waduk.

Bahkan sampah-sampah itu dibawa air yang mengalir dari pemukiman warga tidak jauh dari lokasi.

"Ya kalau bisa sih, pihak PDAM sendiri bisa membersihkan, apalagi kondisi waduk juga sudah mulai banyak di tumbuhi rumput-rumput air dan lumut air di sekitar waduk," katanya.(tribunbatam.id/alfandisimamora)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Septyan Mulia Rohman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved