Mira Lesmana Kaget, Ada Darah Kurdi dan China. Ini DNA Najwa Shihab hingga Ariel NOAH Mengejutkan

Pastinya, dan kita jadi tahu kalau Indonesia itu beragam, dan yang pasti nomor satu jangan rasis deh, moyang kita itu bisa mengejutkan

Mira Lesmana Kaget, Ada Darah Kurdi dan China. Ini DNA Najwa Shihab hingga Ariel NOAH Mengejutkan
kolase
Ariel NOAH, Mira Lesmana, Edo Kodologit dan Najwa Shihab, ternyata memiliki DNA dari berbagai belahan dunia 

"Ya terus terang dari dulu tuh pengin tahu asal usul leluhur, terutama dari ayah almarhum, kalau mamaku selalu bilang dia murni orang Jawa Tengah, kalau ayahku enggak terlalu jelas," ucap Mira.

"Pastinya, dan kita jadi tahu kalau Indonesia itu beragam, dan yang pasti nomor satu jangan rasis deh, moyang kita itu buntut-buntutnya bisa datang dari tempat-tempat yang kita tidak sadari," ucap Miles.

Mira merasa perbedaan yang ada itu perlu dirayakan bersama sebagai sebuah warisan. "Dan saya dari dulu memang tidak suka dengan orang yang rasis, dan keragaman itu harus di celebrate, harus dirayakan," ucapnya.

Mira mengaku saat ini semakin teguh dengan anggapan untuk selalu menghargai setiap perbedaan dan mendiskriminasikan pihak tertentu.

"Iya, ini meneguhkan, dan kita menghargai orang apa adanya aja, tidak usah mengkotak-kotakan," imbuh Mira Lesmana.

Riri Riza

Lalu, sutradara Riri Riza juga memiliki empat perpaduan asal usul DNA. Yakni, DNA dari South Asian sebesar 46,24 persen, East Asian 33,95 persen, Asian Dispersed 17,27 persen, lalu Middle Eastern 2,53 persen.

Riri Riza lahir di Makassar, 2 Oktober 1970. Dari hasil penelitian, diketahui bila Riri punya perpaduan dari empat gen leluhur, yakni India, Jepang, Asia-Amerika, dan Irak.

Najwa Shihab

Najwa Shihab
Najwa Shihab (Instagram/@najwashihab)

Jurnalis dan presenter terkenal Najwa Shihab ternyata merupakan relawan yang paling banyak memiliki perpaduan DNA.

Tercatat, berdasarkan penelitian, Najwa Shihab memiliki 10 perpaduan DNA dari berbagai bangsa.

Yakni, South Asian sebesar 48,54 persen, North African 26,81 persen, African 6,06 persen, East Asian 4,19 persen, African Dispersed 4,15 persen, Middle Eastern 3,48 persen, Southern European 2,20 persen, Northern European 1,91 persen, dan Asian Dispersed 1,43 persen.

Dari hasil penelitian, diperlihatkan bila Najwa memiliki fragmen DNA dari moyang yang berasal dari Afrika Utara, Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa Selatan, Afrika, Eropa Utara, diaspora Asia, diaspora Afrika, dan diaspora Eropa.

Uniknya, meski diketahui Najwa Shihab merupakan orang Indonesia keturunan Arab, akan tetapi gen Arab yang dimiliki Najwa hanya 3,4 persen.

Wanita yang akrab disapa Nana ini lahir di Makassar, 16 September 1977. Najwa adalah putri kedua pasangan Quraish Shihab dan Fatmawati Assegaf.

Edo Kondologit

Edeo Kondologit

Tak kalah terkejutnya adalah penyanyi Edo Kondologit. Ternyata dirinya disebut memiliki gen Taiwan dari DNA leluhurnya.

Hal itu, ia dapatkan setelah berdiskusi dengan ahli genetika dari Lembaga Eijkman Prof Herawati Sudoyo.

"Saya kebetulan belum diperiksa (DNA) secara langsung, tapi Prof Herawati malah bilang kalau saya itu katanya kemungkinan besar (ada DNA) dari Taiwan," ucap Edo kepada Kompas.com.

"Artinya saya ini ada China dikit gitu. Kan lucu itu. Tampang gelap gini ada darah China ternyata saya," tambahnya.

Atas pendapat Prof Herawati itu, Edo Kondologit menjadi sadar bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang kosmopolitan, terdiri dari berbagai macam etnis, suku dan budaya.

"Jadi, ya , inilah Indonesia, bangsa kita, bangsa yang terdiri dari berbagai multi ras, dan bukan hanya di Nusantara Kita tapi hampir di semua seluruh dunia ini ada andil menyumbang untuk DNA orang Indonesia," ucapnya.

Penyanyi asal Papua ini menambahkan, tak perlu lagi ada diskriminasi terhadap perbedaan yang ada karena pada dasarnya semua punya kesamaan dan tak perlu dikotak-kotakan.

"Artinya kita ini warga dunia dan warga Indonesia, itu yang paling penting sekarang," imbuhnya.

Kegiatan ini, kata Pemimpin Redaksi Historia.id Bonnie Triyana, untuk memberi pencerahan kepada masyarakat yang belakangan ini termakan politik identitas yang berdampak buruk dalam struktur sosial.

"Adanya pengetahuan leluhur asli melalui hasil tes DNA merupakan pengetahuan yang penting dan memberi pencerahan bahwa masalah pribumi dan non pribumi sudah tidak relevan lagi," ucap Bonnie.

"Dengan pengetahuan mendalam mengenai DNA, harapannya kita lebih bertoleransi, mampu memahami perbedaan satu sama lain, dan menjaga keutuhan banhsa dan budaya," tambah Bonnie.

Hal senada dikatakan oleh Direktur Sejarah Triana Wulandari. Ia menganggap pameran ini menjadi penting untuk mengedukasi masyarakat agar lebih dewasa.

"Tes DNA ini menjadi jawaban untuk memelekkan bahwa asal usul orang Indonesia beragam. Sehingga tak ada lagi mengkotak-kotakan," ucap Triana di lokasi yang sama.

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved