BATAM TERKINI

7 Fakta Kecanggihan 3 Kapal Baru Bakamla RI, Karya Anak Bangsa, Dapat Berlayar 28 Hari Nonstop

Dikatakan Jovan bahwa dalam pengerjaan itu terdapat beberapa kendala pihaknya, seperti bahan bahan untuk memproduksi kapal.

7 Fakta Kecanggihan 3 Kapal Baru Bakamla RI, Karya Anak Bangsa, Dapat Berlayar 28 Hari Nonstop
TRIBUNBATAM.ID/BERESTOBING
Kepala Bakamla RI foto bersama saat peresmian didampingi Deputi Bidang Operasi dan Latihan Laksda Bakamla TSNB Hutabarat, Deputi Inhuker Laksma Bakamla Dade Ruskandar, Karo Ren Bakamla Laksma Bakamla Eko Jokowiyono, Direktur Operasi laut Laksma Bakamla Nursyawal Embun, Direktur Strategi Laksma Bakamla Sandy Muchjidin Latief, Kepala UPH Laksma Bakamla Parimin Warsito, Dir Datin Laksma Bakamla Dwi Aris Priyono, Direktur Hukum Laksma Bakamla Eddy Rate Muis, Inspektur Laksma Bakamla Drs. Sarono, Kepala Zona Kamla Timur Laksamana Pertama Bakamla Vetty V. Salakay, Kepala Kantor Zona Kamla Tengah Laksamana Pertama Bakamla Drs. Bastomy Sanap, serta sejumlah pejabat lainnya. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tiga unit Kapal Negara (KN) baru karya anak bangsa, secara resmi masuk ke jajaran Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) yang kini terkenal dengan sebutan Indonesian Coast Guard (IDNCG). Ketiga unit kapal itu, yakni KN Pulau Nipah-321,KN Pulau Marore-322 dan KN Pulau Dana-323.

Peresmian tiga Kapal Negara (KN) yang berfungsi sebagai kapal patroli itu ditandai dengan pengguntingan pita dalam suatu upacara yang dipimpin langsung oleh Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Ka Bakamla RI) Laksdya Bakamla A. Taufiq R., di Galangan PT. Citra Shipyard, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (18/10/2019). Berikut 7 fakta kecanggihan 3 kapal milik Bakamla RI.

1. KN Pulau Nipah

KN Pulau Nipah-321 akan ditugaskan mengabdi di wilayah Zona Barat (Batam).

Pemberian nama kapal ini diangkat dari nama sebuah pulau terluar Indonesia yang terletak di perbatasan Indonesia - Singapura, merupakan wilayah dari pemerintah Batam, Provinsi Kepulaian Riau.

Pulau ini berada di sebelah barat laut dari pelabuhan Sekupang di Pulau Batam yang dapat dilihat dalam jalur perjalanan ferry dari Pelabuhan Sekupang menuju Nipah adalah 1°9’13” LU, 103°39’11” BT, sejak Indonesia dipimpin Presiden Megawati mulai direklamasi karena hampir tenggelam.

Saat ini kawasan tersebut ditempati prajurit TNI di bawah Komando Lanal Batam.

2. KN Pulau Marore

Tiga Kapal Baru Karya Anak Batam Perkuat Bakamla RI, Nama Diambil dari Pulau Terluar

Tidak Hanya Saksi Jono, Terdakwa Billy Sempat Buat Heboh Ruang Sidang di Karimun. Ini Sebabnya

Sepakbola SEA Games 2019, Indonesia di Grup Neraka Bersama Thailand dan Vietnam. Malaysia Pede

KN Pulau Marore-322 ditugaskan memperkuat jajaran Zona Tengah di Manado.

Pulau Marore adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di Laut Sulawesi dan berbatasan dengan Filipina.

Pulau Marore ini merupakan bagian dari wilayah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara.

Pulau ini berada di sebelah utara dari Pulau Sangihe dengan koordinat 4°44’14” LU, 125°28’42” BT.

3. KN Pulau Dana

KN Pulau Dana-323 ditugaskan untuk memperkuat jajaran Zona Timur, berkedudukan di Ambon.

Pulau Dana, Pamana, atau Dana, Dona dan Ndana adalah sebuah pulau terluar Indonesia yang terletak di sebelah Barat Daya Pulau Rote dan berbatasan dengan negara Australia.

Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Rote Barat Daya Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Pulau ini merupakan wilayah paling selatan dari Republik Indonesia juga Benua Asia secara keseluruhan.

4. Konstruksi Bahan Baja

Masing-masing KN tersebut memiliki panjang 80 meter, lebar 7.90 meter, tinggi 14.4 meter, kecepatan hingga mencapai 22 knot dan memiliki mesin penggerak 2 unit MAN/2862LE433. Konstruksi kapal baru ini terbuat dari bahan baja.

Ketiga kapal patroli sepanjang 80 meter milik Bakamla RI yang digarap sejak 3 Oktober 2017 itu diketahui merupakan tipe kapal patroli yang dibangun di Indonesia, dimana seluruh tahapan pembangunan kapal mulai perencanaan desain hingga konstruksi fisik dan instalasi sistem murni dilaksanakan oleh tenaga ahli putra-putri bangsa dengan pengawasan penuh oleh Satgas pembangunan kapal Bakamla RI.

Ketiga kapal tersebut telah melalui serangkaian tahapan dengan sangat baik selama proses pembuatannya di galangan, mulai tahap pembangunan, launching pengapungan kapal pertama kalinya di air, hingga tahap pengujian yang terdiri atas tiga rangkaian yaitu Uji Kelaikan Pabrik, Kelaikan Dermaga, dan Uji Kelaikan Laut.

Dengan berbagai rangkaian uji, ketiga kapal patroli tersebut telah memenuhi persyaratan kelayakan untuk diserahterimakan dari Galangan kepada Bakamla RI.

5. Kapal Patroli 

Dengan keberadaan kapal ini sebagai pendukung Bakamla RI dalam meningkatkan kekuatan dan kemampuan unsur operasional dalam mengemban tugas patroli di laut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Direktur utama PT Citra Shipyard Galangan, Tanjunguncang, Batam mengatakan, selain pembangunan 3 unit kapal itu, kata Jovan pihaknya saat ini sedang mengerjakan 2 unit kapal Combet Boat alias kapal pengejar.

“Sedang dibangun di di TNI AL, ukurannya 18 meter. Untuk 2 unit itu menelan anggaran Rp 32 miliar, awal bulan depan akan diluncurkan,” beber dia.

Komandan Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, Laksamana Madya TNI Taufieqoerrochman mengatakan peluncuran kapal negara tersebut guna menjaga pertahanan laut Indonesia.

“Adanya 3 unit kapal ini yang baru saja diluncurkan ini membuat Bakamla kini memiliki 10 unit KN. Namun hal ini masih jauh dari kebutuhan kita. Sedikitnya jika bergambar dengan kondisi laut kita, Bakamla harus memiliki 77 unit KN, artinya kita masih kurang 67 lagi,” ungkap Taufiq usai memimpin peluncuran KN di PT Citra Shipyard Galangan Tanjunguncang, Batam, Jumat (18/10/2019).

Jadi, lanjut dia, untuk mengakomodir wilayah perairan perbatasan RI, nanti 3 unit kapal yang diluncurkan itu penempatannya akan dinamik, namun lebih fokus menjaga perairan selat Malaka, laut Cina selatan, sesuai jalur teritorial Indonesia.

Dikatakan Taufiq tiga kapal itu memiliki kelebihan stabilitas yang tinggi dilengkapi sistem informasi, dan manuver kendali dengan kecepatan 22 knot serta meriam 30 dan terpasangnya remot radar.

Sementara untuk kelengkapan personil awak kapal berjumlah 35 orang dipimpin perwira menengah berpangkat Letnan Kolonel.

6. Dikerjakan Ratusan Pekerja

Direktur utama PT Citra Shipyard Galangan, Tanjunguncang, Batam yang merupakan perusahaan perakit kapal Bakamla, Jovan mengatakan pembuatan KN merupakan kedua kalinya oleh perusahaan Citra.

Kata Jovan, pembuatan kapal tersebut membutuhkan ratusan tenaga kerja warga Batam.

“Pengerjaan dengan durasi 2 tahun yang dimulai sejak Oktober 2017 lalu, telah melibatkan 600 karyawan yang bekerja setiap harinya untuk menyelesaikan kapal,” ujar Jovan usai peluncuran 3 unit kapal itu di PT Citra Shipyard, Jumat (18/10/2019).

Dikatakan Jovan bahwa dalam pengerjaan itu terdapat beberapa kendala pihaknya, seperti bahan bahan untuk memproduksi kapal.

Dan minimnya pemahaman kemampuan konsultan lokal, kata dia masih membuat perakitan kapal belum maksimal.

7. Kucurkan Dana Rp 600 Miliar

Pembuatan 3 unit Kapal Negara (KN) Bakamla RI menurut Jovan menghabiskan sekitar biaya Rp 600 Milliar. (*)

Penulis: Beres Lumbantobing
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved