Kadin Batam Ingin Proses Sertifikasi Halal Lebih Mudah, Produk Bisa Tembus Pasar Asia Tenggara

Kamar Dagang Indonesia Kota Batam mendukung penerapan sertifikasi halal pada produk makanan maupun minuman yang mulai diberlakukan 17 Oktober 2019

Kadin Batam Ingin Proses Sertifikasi Halal Lebih Mudah, Produk Bisa Tembus Pasar Asia Tenggara
MATCHA
ilustrasi produk halal di Jepang 

TRIBUNBATAM.id - Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Batam mendukung penerapan sertifikasi halal pada produk makanan maupun minuman yang mulai diberlakukan 17 Oktober 2019 lalu.

Ketua Kadin Kota Batam, Jadi Rajagukguk menyampaikan siap dukung pemerintah jika peraturan tersebut pada prinsipnya mampu menjamin keamanan pada suatu produk.

“Yang paling penting, label halal itu harapannya bisa dipakai juga bagi produk makanan atau makanan untuk keluar negeri khususnya dalam kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia,” ujarnya, Jumat (18/10).

Jadi mengatakan jika sebelumnya label halal diterbitkan oleh MUI dan sekarang menjadi tugas dari BPJPH dibawah Kemenag, maka harapannya Kemenag harus memiliki standarisasi label halal agar bisa menembus kawasan Asia Tenggara.

Selain itu, dalam pengajuan sertifikat halal tersebut Jadi mempertanyakan apakah bisa dilakukan di masing-masing daerah atau bahkan melalui jalur online untuk memudahkan para pengusaha.

“Kalau bisa untuk sertifikat halal itu juga harus cepat, mudah serta murah,” tuturnya. Disperindag segera sosialisasi

Sementara Disperindag Kota Batam melalui Kepala Dinasnya Gustian Riau akan melakukan langkah pertama bersama para pelaku usaha di Batam. “Pertama kita tentunya akan sosialisasikan peraturan label halal ini kembali ke pengusaha maupun UKM. Saya rasa sudah cukup lama kami beritahukan peraturan ini sebelumnya kepada pelaku usaha,” ujar Gustian, Jumat (18/10)

Ia menyebut seluruh pelaku UKM ataupun industri rumahan hingga seluruh pelaku usaha yang menghasilkan makanan baik untuk konsumsi lokal atau impor yang berada di Kota Batam wajib memiliki sertifikat halal sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Gustian menyebut, Senin (21/10) nanti pihaknya akan kembali menyurati para pelaku usaha untuk segera menerapkan peraturan wajib label halal tersebut.

“Termasuk untuk gerai makanan di mall-mall atau produk impor juga akan kita sosialisasikan,” katanya.

Langkah selanjutnya akan melakukan pengawasan terlebih dahulu setelah adanya sosialisasi tersebut. Gustian juga mengatakan pemerintah Kota Batam nantinya akan membantu masyarakat dalam hal kepengurusan sertifikat halal.

“Sebab adanya sertifikat halal ini akan membantu para pelaku usaha dalam memasarkan produknya, jadi orang yang membeli tak perlu bertanya lagi,” katanya.

Terkait biaya, saat ini pemerintah Batam ujar Gustian masih mengikuti aturan dalam kepengurusan sertifikat halal tersebut baik untuk para pelaku usaha kecil maupun skala yang lebih besar.

Tak hanya mengimbau para pelaku usaha untuk memiliki sertifikat halal, Gustian juga mengimbau masyarakat untuk mendaftarkan produknya ke BPOM. (*)

Penulis: Nabella Hastin Pinakesti
Editor: Rimna Sari Bangun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved