Breaking News:

Tidak Hanya Saksi Jono, Terdakwa Billy Sempat Buat Heboh Ruang Sidang di Karimun. Ini Sebabnya

Cerita sidang Billy Cs di Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepri memang menarik untuk disimak.

tribunbatam.id/elhadif putra
Billy terdakwa dugaan penganiayaan anak di bawah umur di halaman salah satu kelenteng di Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri mengerang sakit di ruang sidang Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun Senin (14/10). 

TRIBUNBATAM.id,KARIMUN - Cerita sidang Billy Cs di Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepri memang menarik untuk disimak.

Pengusaha hotel di Karimun ini sempat membuat heboh Senin (18/10) kemarin. 

Ia tiba-tiba terjatuh sambil mengerang sakit di bagian kakinya dekat pintu ruang sidang.

"Aduh...aduh..sakit. Dia nonjok kaki saya. Bapak itu siapa, saya bisa tuntut tidak," katanya sambil menunjuk seorang pengunjung sidang, Acai Lim.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Karimun, Herlambang Adi Nugroho membawa Billy ke RSUD Muhammad Sani.

Ia dibawa menggunakan kursi roda menuju bus tahanan Kejari Karimun.

Sidang Billy Cs di Karimun, Hakim Suruh Jono Cuci Muka

Harusnya Mulai Masuk Tahanan, Billy CS Belum Sampai Rutan Karimun

Hakim Menetapkan Agar Billy Pengusaha Hotel di Karimun Ditahan, Mengapa Tokoh Masyarakat Gembira?

Sementara Acai Lim yang dituduh terkejut dengan keluhan yang dialami Billy itu.

Tokoh masyarakat Meral itu menjelaskan, para terdakwa yang menyenggol kakinya secara sengaja ketika dirinya sedang duduk.

Acai juga heran, ketika terjatuh tiba-tiba Billy tidak mengenalnya. Padahal sebelum sidang Billy sempat menyapanya.

"Kaki dia yang menyangkutkan ke kaki saya. Dia badannya besar. Saya malah sampai memegang kaki saya. Saya heran juga kalau dia tidak kenal saya. Padahal sebelum sidang, dia bilang ke saya Acai Lim kamu tidak ada kerjaan. Saya jawab tidak ada," ucap Acai Lim.

Billy terjerat kasus hukum atas dugaan penganiayaan anak di bawah umur yang dilakukan di halaman salah satu kelenteng di Meral bulan Agustus kemarin.

Selain Billy, ada tiga orang yakni Michael, Agustino dan Vincent yang tersandung kasus hukum.

Mereka tidak ditahan oleh Kejaksaan Negeri Karimun. Keempatnya dianggap kooperatif selama menjalani proses hukum sehingga berstatus tahanan kota.

Nasib mereka menghirup udara bebas berubah setelah Ketua Majelis Hakim Joko Dwi Hatmoko menetapkan keempat terdakwa untuk ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II Tanjung Balai Karimun.

Dalam sidang perdana Senin (7/10) kemarin, Ketua Pengadilan Negeri Karimun ini meminta penahanan dilakukan sampai tanggal 29 Oktober.

Batas waktu ini bisa berubah tergantung proses persidangan.

Majelis hakim beralasan penetapan ini dilakukan untuk kelancaran proses sidang.

Selain terjerat kasus dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur, Billy juga terjerat kasus dugaan penganiayaan kepada mantan pegawainya.(tribunbatam.id/elhadifputra)

Penulis:
Editor: Septyan Mulia Rohman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved