ANAMBAS TERKINI

Banyak yang Ingin Masuk Pesantren di Anambas, Tapi Bingung Soal Biaya

Peminat anak-anak di Anambas untuk dapat menuntut ilmu di pesantren bisa dikatakan cukup banyak, hanya saja kendalanya saat ini pada biaya.

Banyak yang Ingin Masuk Pesantren di Anambas, Tapi Bingung Soal Biaya
TRIBUNBATAM.ID/RAHMA TIKA
Mudir Pesantren (Kepala Pondok) Khaira Ummah, Muhammad Na'im 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Berdirinya Pondok pesantren yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas, berawal dari pandangan beberapa masyarakat yang melihat pergaulan bebas para remaja yang tidak bisa memfilter budaya dari luar.

Pondok pesantren Khaira Ummah salah satunya, didirikan sejak tahun 2013, ternyata cukup banyak diminati orang tua murid dan anak-anak. Sayangnya untuk biaya masuk pesantren di Kepualauan Anambas terbilang cukup mahal.

Mudir Pesantren (Kepala Pondok) Khaira Ummah, Muhammad Na'im menyebutkan peminat anak-anak di Anambas untuk dapat menuntut ilmu di pesantren bisa dikatakan cukup banyak, kendalanya saat ini pada biaya.

"Mengingat biaya kehidupan di Anambas ini cukup tinggi, sehingga sebagian yang ada di pesantren ini boleh dikatakan menengah ke atas, jadi ada sebagian masyarakat yang ingin memasukkan anaknya ke pesantren, terkendala faktor biaya," ujar Na'im kepada wartawan tribunbatam, Rabu (23/10/2019).

Untuk biaya masuk di pesantren Khaira Ummah orang tua murid harus merogoh kocek sebesar Rp 8 juta, yang sudah mencakup seragam sekolah, dan uang gedung. Sedangkan biaya perbulannya pesantren Khaira Ummah memungut biaya Rp 1,5 juta, sudah termasuk uang makan per bulan.

Kabupaten Kepulauan Anambas Peringati Hari Santri Nasional Untuk Pertama Kali

Saat ini pelajar yang menuntut ilmu di pesantren Khaira Ummah hanya 52 orang saja. Di mana laki-lakinya sebanyak 25 orang dan perempuan 27 orang.

Upaya pemerintah dengan berdirinya pesantren di Kepulauan Anambas juga ikut membantu memberikan sumber daya manusia sebagai pengajar di pesantren Khaira Ummah.

"Alhamdulillah dari pemerintah itu mulai dari pendirian pesantren ini sudah menyediakan sebanyak pengajar Pegawai Tidak Tetap (PTT) dikasih jatah 13 pengajar, " terang Na'im.

Sedangkan fasilitas ruangan kamar murid ada 12 kamar, dalam satu kamar diisi maksimal 10 orang.

Untuk dibagian atasnya ada ruang belajar dan mushola.

Sedangkan kamar untuk ikhwan (lelaki) berada sekitar 50 meter dari ruang belajar.

Na'im menyebutkan untuk saat ini fasilitas yang ada di Pesantren Khaira Ummah sudah memadai dari segi pengajar, ruangan, dan tempat belajar. (tribunbatam.id/Rahma Tika)

Penulis: Rahma Tika
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved