Desa Unik : Setiap Anaknya Terlahir Menjadi Anak Kembar

Desa Kodhini di India, Wilayah yang Hampir Setiap Penduduknya Terlahir sebagai Anak Kembar , simak kesehariannya.

Desa Unik : Setiap Anaknya Terlahir Menjadi Anak Kembar
grid.id
Desa Kodinhi 

TRIBUNBATAM.id-- Bukan hanya sebuah tempat biasa, desa ini memiliki keunikan khusus yang tak banyak diketahui.

Wilayah yang bernama Desa Kodinhi ini terbilang unik karena sebagian besar penduduknya terlahir sebagai anak kembar.

Bahkan alasan banyaknya anak yang terlahir kembar di Desa Kodinhi ini masih menjadi misteri.

Menurut peneliti diperkirakan setidaknya ada 400 pasang anak kembar yang dilahirkan pada tahun 2008, dari total populasi 2.000 keluarga.

Jumlah tersebut bahkan terus meningkat menjadi 280 pasang, jumlah tersebut terus meningkat ke tahun-tahun berikutnya.

Rata-rata jumlah kelahiran anak kembar dalam rasio tertinggi adalah 45 dari seribu kelahiran.

Hingga pada 2016 silam tim peneliti gabungan dari berbagai institusi termasuk CSIR-Center for Cellular dan Molecular Biology, Hyderabad, Kerala University of Fisheries dan Ocean Studies (KUFOS) dan Universitas London dan Jerman mengunjungi desa untuk menemukan jawaban atas fenomena ini. 

TERUNGKAP ! Surat Wasiat Suzana Sebelum Meninggal dibongkar Sang Suami

Zaskia-Irwansyah Tak Hadir ke Konser Raffi Ahmad & Nagita Slavina, Medina Zein Malah Datang

Operasi Zebra Mulai Digelar di Anambas, Ini Jenis Pelanggaran yang Banyak Ditemukan

Para peneliti mengumpulkan sampel air liur dan rambut dari si kembar untuk mempelajari DNA mereka.

Penduduk kembar penghuni Desa kodinhi
Deccan Chronicle
Penduduk kembar penghuni Desa kodinhi

Penelitian ini secara bersamaan dilakukan di Kodinhi, Hung loc commune di Hung Hiepfrom Vietnam Selatan, Igbo-Ora di Nigeria dan Cándido Godói di Brasil, di mana jumlah kelahiran kembar tinggi.

Prof E Preetham dari KUFOS menunjukkan bahwa meskipun ada beberapa spekulasi tentang mengapa hal ini bisa terjadi, tidak ada yang terbukti secara ilmiah.

Semantara banyak yang mengungkapkan jika hal tersebut adalah genetik, ada pula yang menyebut jika situasi di daerah tersebut menjadi faktor utama, seperti udara atau air di daerah tersebut.

Halaman
12
Editor:
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved