Kadisdik Batam Punya Harapan Besar Pada Mendikbud RI, Singgung Masalah Tenaga Guru di Daerah
Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo baru saja mengumumkan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju masa jabatan 2019-2024 di Istana Negara, Rab
Hendri Berharap Menteri Termuda, Nadiem Bisa Menyelesaikan Persoalan Pendidikan
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo baru saja mengumumkan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju masa jabatan 2019-2024 di Istana Negara, Rabu (23/10/2019) lalu.
Dalam momen itu, Nadiem Makarim, Pendiri dan CEO Gojek ini akhirnya diumumkan menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).
Selain karena sosoknya yang lekat dengan perusahaan startup Gojek, Nadiem (35) juga menjadi menteri termuda di kabinet ini.
Nadiem memang dikenal sebagai pengusaha. Namun, latar belakang keluarganya jauh dari ranah bisnis.
• Istri Plt Gubernur Kepri Jadi Juri Masak Serba Ikan, PKK Kabupaten Bintan Raih Juara
• Pemko Batam Gelar Lomba Manasik Haji, Total Hadiah Hingga Rp 90 Juta
• Sebab Soekarno Gagal Melarikan Diri Saat Soeharto Berkuasa Dibongkar Ajudan
• Maulida Sabet Juara Lomba Foto Jurnalistik Piala Diskominfo
Terpilihnya menteri termuda ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas pendidikan diseluruh wilayah Indonesia sekaligus di Kepulauan Riau.
Berbagai harapan juga diharapkan tokoh pendidikan di daerah.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan mengatakan walaupun menteri termuda, Nadiem diharapkan mampu menjadi inspirasi warga Indonesia. Sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
"Setelah dilantiknya Menteri Pendidikan yang baru walaupun usianya masih muda semoga menjadi inspirasi bagi rakyat Indonesia untuk peningkatan kualitas pendidikan khusus di Batam dan pada umunya di Indonesia," ujar Hedri kepada Tribun di Kantor Pemerintah Kota (Pemko) Batam Lantai IV, Kamis (24/10/2019).
Diakuinya masih banyak kendala-kendala didunia pendidikan yang belum terselesaikan.
Salah satunya memenuhi kebutuhan tenaga guru di berbagai wilayah.
"Terlalu banyak kekurangan jumlah guru sehingga ini sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan," ujar Hendri.
Selain itu, kata dia, terkait dengan kualitas pendidikan ini, berhubungan dengan pengaturan kurikulum K13.
Kurikulim ini memang perlu pelatihan terhadap seluruh guru. (tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kepala-dinas-pendidikan-kota-batam-hendri-arulan_20181008_145333.jpg)